HPPK Ajak Pedagang Memperkuat Iman

SM/M Ilham Baktora : BERI PAPARAN : Seorang ustadz memberi paparan materi tentang kajian agama Islam pada pengajian yang diselenggarakan oleh Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) di Rumah Makan 33, Panularan, Laweyan, Solo, baru-baru ini. (51)
SM/M Ilham Baktora : BERI PAPARAN : Seorang ustadz memberi paparan materi tentang kajian agama Islam pada pengajian yang diselenggarakan oleh Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) di Rumah Makan 33, Panularan, Laweyan, Solo, baru-baru ini. (51)

MUSLIM harus mampu membagi waktu untuk beribadah dan melakukan aktivitas keseharian. Di samping memiliki banyak pekerjaan, mereka harus

bisa menyisihkan waktu untuk memperkuat iman dan Islam sebagai bekal menuju akhirat mendatang. Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Solo mengajak para anggota dan pedagang di pasar setempat untuk memperkuat keimanan dengan pengajian dan pembelajaran ilmu agama secara rutin.

Selain pandai menjajakan barang, pedagang juga harus memahami ilmu agama untuk mengetahui serta mengamalkan hal yang baik dan menjauhi hal yang buruk. ”HPPK memiliki agenda rutin untuk mengajak para anggota dan pedagang di Pasar Klewer tetap ingat kepada Allah. Maka dari itu, mulai 2011 pengajian rutin ini kami lakukan untuk memberi tambahan ilmu agama bagi pedagang dan anggota yang beragama Islam,” ungkap Penanggung Jawab Pengajian HPPK Al Furqon, Nardi Siswanto, Kamis (21/3).

Menurutnya, HPPK sebagai organiasasi perkumpulan para pedagang di pasar sandang terbesar se-Jawa Tengah itu terus berupaya memberikan kesejahteraan baik secara moral maupun material. Dengan demikian, kegiatan kajian rutin dilakukan agar pedagang mengetahui hal yang benar dan salah selama melakukan aktivitas sehari-hari. ”Seorang muslim harus bisa memberikan hal yang positif ke lingkungan sekitarnya. Maka dari itu anggota dan pedagang, kami ajak untuk bisa menebar kebaikan melalui kegiatan pengajian ini, sehingga tak hanya untung yang mereka dapatkan di pasar, namun pelajaran ilmu agama juga didapatkan. Harapannya, hasil kajian tersebut bisa ditularkan kepada orang di sekitarnya,” ungkap Nardi.

Terdapat tiga pengajian yang diselenggarakan HPPK, pengajian Al-Furqon dilaksanakan pada Jumat pekan pertama dan ketiga. Pengajian Al-Ikhlas dilaksanakan pada Selasa pekan kedua dan keempat serta pengajian Al-Hikmah dilaksanakan setiap Sabtu pada pekan kedua setiap bulan. ”Pengajian Al-Furqon dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB di Rumah Makan 33, Panularan, Laweyan, Solo. Adapun pengajian Al-Ikhlas dilaksanakan pukul 07.00 WIB di rumah salah seorang anggota HPPK di kawasan Kartotiyasan, Serengan, Solo. Lalu pengajian Al-Hikmah dilakukan di RM 33, Panularan, Laweyan, Solo, pada pukul 16.00 WIB,” kata dia.

Pengisi kajian dipilih sesuai dengan materi yang disiapkan. Setiap dua pekan sekali, penceramah berganti-ganti. Isi kajian juga tak jauh dari cara berkehidupan sehari-hari, sesuai tuntunan Alquran dan Sunnah.

Silaturahmi

Ketua HPPK Tafip Harjono mengungkapkan, dalam pengajian tersebut juga menjadi ajang silaturahmi pengurus HPPK demisioner dan pedagang-pedagang sepuh. Selain ilmu agama yang didapat, memperkuat tali persaudaraan antarpedagang juga dilakukan. ”Kegiatan ini juga mengajak anggota lama berkumpul bersama, sehingga komunikasi tak terputus dan persaudaraan pedagang serta anggota tetap terjaga,” jelasnya.

Tafip berharap, agenda rutin yang sejak 2011 diselenggarakan itu dapat menjadi semangat anggota dan pedagang menimba ilmu agama, sehingga segala aktivitas yang dilakukan selama sehari penuh sesuai tuntunan syariat Islam dan mendapat ridha dari Yang Maha Kuasa. (Muhammad Ilham Baktora-51)


Berita Terkait
Loading...
Komentar