Bendung Karet Tirtonadi Diawasi 24 Jam

SM/Yusuf Gunawan : MASUKKAN IKAN : Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo memasukkan ikan nila ke dalam sungai saat berlangsung Tebar Mina di Bendung Karet Tirtonadi, Kamis (21/3). (51)
SM/Yusuf Gunawan : MASUKKAN IKAN : Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo memasukkan ikan nila ke dalam sungai saat berlangsung Tebar Mina di Bendung Karet Tirtonadi, Kamis (21/3). (51)

SOLO - Pemkot Surakarta segera menerjunkan personel pengamanan untuk mengawasi Bendung Karet Tirtonadi selama 24 jam. Hal itu dilakukan guna menjaga kawasan setempat bebas dari pencemaran. ”Petugas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) akan dikerahkan untuk menjaga agar tidak ada orang membuang sampah ke dalam sungai. Mereka dibagi dalam tiga shift, sehingga bisa mengawasi Bendung Karet Tirtonadi terus-menerus,” tandas Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, Kamis (21/3).

Kepada wartawan usai prosesi tebar mina di lokasi itu, Wali Kota menandaskan, saat ini Bendung Karet Tirtonadi sudah berubah menjadi jujugan baru di Kota Solo. Pemkot pun terus berencana mengembangkan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata air. Penyebaran benih ikan menjadikan pengawasan Bendung Karet Tirtonadi kian mendesak. Sebab diprediksi tidak lama lagi para pemancing bakal berdatangan ke lokasi tersebut. ”Para pemancing juga kami imbau untuk menjaga kelestarian sungai di kawasan ini. Cuma kalau menggunakan jaring (untuk mendapatkan ikan), jelas kami larang.”

Gemar Makan Ikan

Wali Kota menandaskan, Perda Nomor 3/2010 tentang Pengelolaan Sampah tetap berlaku bagi siapa pun yang kedapatan membuang sampah di sungai. Tidak terkecuali Kali Pepe dan kawasan Bendung Karet Tirtonadi. Sementara itu, 810.000 bibit ikan nila ditebarkan Pemkot ke Kali Pepe saat kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertan KPP) Wenny Ekayanti menerangkan, tebar mina itu dimaksudkan guna menggalakkan program gemar makan ikan. ”Ini komitmen Pemkot untuk meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap bahan olahan ikan. Di samping itu, keberadaan ikan-ikan di sungai juga baik untuk memulihkan ekosistem setelah dilakukan pengerukan sedimen,” terang Wenny. (H73-51)


Berita Terkait
Loading...
Komentar