Sejumlah Poin Krusial Dipertimbangkan

Pembiayaan PLTSa Putri Cempa

SOLO - Manajemen PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai salah satu calon kreditur proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempa tengah mempertimbangkan sejumlah poin krusial sebelum memutuskan menjadi penyandang dana proyek.

Beberapa poin di antaranya adalah harga jual dan tahapan produksi listrik PLTSa. Direktur Utama (Dirut) PT SMI Emma Sri Martini mengungkapkan, penurunan harga jual listrik dari 18,77 sen dolar AS per KwH menjadi 13,35 sen dolar AS per KWH menjadi salah satu hal yang patut dipertimbangkan lebih lanjut. ”Selain itu terkait down size proyek, yang semula mampu menghasilkan listrik sebesar 10 megawatt (MW) dalam satu tahap menjadi 5 MW dalam dua tahap. Hal-hal semacam ini tentunya berpengaruh terhadap struktur revenue proyek, karena belum terpetakan dengan baik,” terang Emma, kemarin.

Emma menganggap, baik PT SMI maupun pihak terkait lain seperti PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) sebagai investor PLTSa, perlu membicarakan lebih lanjut terkait hal tersebut. ”Kami juga akan melihat struktur proyeknya seperti apa. Sebab jika memutuskan terlibat dalam pembiayaan sesuatu harus paham betul.” Selain konstruksi, lanjut dia, struktur proyek yang akan dicermati manajemen BUMN tersebut juga meliputi mitigasi risiko. Emma bahkan berjanji, perusahaan pembiayaan itu bakal menggandeng institusi perbankan lain maupun bank negara manakala kerja sama investasi PLTSa terwujud.

Survei

”Kami menargetkan, keputusan pembiayaan pembangunan konstruksi PLTSa bisa diambil maksimal sebulan terhitung sejak pekan ketiga Maret. Saat ini kami sedang menyurvei dan akan mengupayakan menggandeng investor lain,” tegas dia.

Tenggat pemberian keputusan itu dipengaruhi target financial close (penyelesaian pembiayaan) milik PTSCMPPyang berakhir Maret 2020. Selain itu, manajemen PT SMI juga ingin mengakomodasi rencana penyelesaian pembangunan konstruksi PLTSa pada 2020. Sebelumnya, Direktur PT SCMPP Erlan Syuherlan mengaku, tengah berkomunikasi dengan empat calon kreditur PLTSa.

Selain PT SMI, lembaga pendanaan itu adalah Oversea-Chinese Banking Corporation (OCBC), China Construction Bank, serta Korea Development Bank.

Beberapa aspek, seperti besar pinjaman, jangka waktu angsuran dan bunga, menjadi bahan pertimbangan dalam menjatuhkan pilihan. (H73-51)


Berita Terkait
Loading...
Komentar