TAJUK RENCANA

Illegal Logging, Kejahatan Tersembunyi

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengungkapkan, penyebab banjir bandang yang menerjang Sentani tidak hanya akibat faktor alam saja, tetapi juga akibat illegal logging di cagar alam Cycloop, Jayapura. Pembalakan liar alias illegal logging adalah salah satu kejahatan yang sudah berlangsung bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun di Indonesia. Karena itu, pernyataan Walhi sudah semestinya direspons sebagai pengingat yang sangat serius.

Di Indonesia, pembalakan liar atau penebangan pohon hutan tropis sebetulnya sudah masuk kategori kejahatan luar biasa dan tersembunyi dengan aman di balik kekuasaan.Menurut perhitungan berbagai riset, lahan hutan seluas dua kali lapangan sepakbola lenyap dari bumi Indonesia akibat pembalakan liar. Dapat dibayangkan, penebangan pohon di area seluas itu tentu tidak dapat dilakukan secara perseorangan tetapi oleh korporasi besar.

Deforestasi atau penggundulan hutan akibat pembalakan liar sudah menjadi sorotan dunia. Berbagai lembaga internasional ikut terjun menyelamatkan hutan hujan tropis Indonesia dari praktik pembalakan. Hutan hujan tropis Indonesia, dengan luas tidak kurang dari 128 juta hektare berperan penting sebagai paru-paru dunia. Kerugian akibat kehilangan hutan tidak hanya berdampak bagi Indonesia, tetapi bagi lingkungan global terkait perubahan iklim.

Namun, langkah-langkah dari lembaga internasional seperti belum mampu menghentikan laju pembalakan liar. Pada tahun ini, luas hutan tropis di Indonesia sudah menyusut sebanyak lima juta hektare. Tindakan hukum di dalam negeri dan di wilayah hukum internasional sudah diterapkan. Meski demikian, pembalakan liar tetap saja berlangsung. Banjir bandang di Sentani akibat pembalakan liar menjadi contoh betapa perbuatan jahat itu masih berlangsung.

Lantas, apa lagi yang harus dilakukan? Apakah terapi hukum tidak mencukupi? Pemerintah sebetulnya sudah cukup keras dan tegas. Terbukti, pernah ada pelaku pembalakan liar yang dikenai hukuman denda sebesar Rp 16 triliun. Tampaknya, apabila berbagai langkah yang sudah ditempuh dirasa tidak menghentikan pembalakan liar, semakin mendesak perumusan strategi ke depan yang lebih kuat, lebih komprehensif, dan lebih tegas terhadap para pelaku.

Pembalakan liar sudah pada tahap sangat kritis. Penguatan kesadaran masyarakat dan pemberdayaan kekuatan-kekuatan local geniusmenjadi sangat penting. Di sini pula, letak salah satu persoalan. Industri penebangan kayu dan pemanfaatan lahan hutan justru telah menghancurkan masyarakat hutan, yang dengan kearifan lokal mereka sebenarnya malah menjaga kelestarian hutan. Masyarakat lokal saatnya lebih diberdayakan untuk konservasi.


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar