Arang untuk Gigi

Oleh Irma Mutiara Manggia

BANYAK cara yang dilakukan orang untuk membuat giginya terlihat lebih putih. Salah satunya dengan menggosok gigi dengan menggunakan semacam bubuk atau scrub (butiran kasar) berbahan dasar charcoal (arang). Anda mungkin sering melihat iklan di media sosial, produk olahan charcoal yang mengklaim bisa memutihkan gigi.

Banyaknya produk arang sebagai pemutih gigi tentu membuat Anda bertanya. Benarkah arang bisa digunakan untuk memutihkan gigi? Drg Embun Munggrani mengatakan, sampai saat ini belum ada penelitian yang memastikan bahwa arang bisa memutihkan gigi.

Untuk mendapatkan kebersihan gigi dan mulut yang optimal, lebih ditekankan pada cara dan frekuensi menyikat gigi daripada pasta yang digunakan.

”Penggunaan bubuk arang yang dijual secara online (daring) atau gencar diiklankan melalui media sosial sebenarnya belum bisa dipastikan manjur, karena tidak ada takaran yang pasti dalam penggunaannya, justru bisa berbahaya,” ungkapnya.

Ia pun melanjutkan, ”Apalagi kalau melihat iklan yang beredar, berani memberikan garansi 100% uang kembali, dan jaminan tiga hari pasti putih. Iklan tersebut menyesatkan karena tidak berlandaskan buktibukti kuat,” ungkapnya. Mengingat produk apa pun yang penggunaannya diaplikasikan ke dalam mulut harus melalui serangkaian penelitian untuk diuji keamanannya.

Dokter gigi yang berpraktik di kawasan Borobudur Utara Semarang tersebut memaparkan, akan sangat berbahaya apabila kita menggosok gigi menggunakan arang, meski tidak dalam bentuk yang utuh atau bongkahan besar. Partikel arang yang kasar, bisa menggesek dan akhirnya merusak email gigi, yang kemudian memberi efek ngilu pada gigi.

Alih-alih memutihkan gigi, pemakaian charcoal akan membuat gigi terlihat kuning. Apabila lapisan email sudah rusak dan tipis, akan terlihat dentin (lapisan di bawah email) yang warnanya lebih kuning daripada email.

”Yang paling berbahaya adalah scrub arang, karena banyak mengandung bentonite clay yang bersifat karsinogenik atau pemicu kanker,” jelas Embun. Bagaimana dengan pasta gigi yang memiliki kandungan charcoal di dalamnya?

Pasta gigi dengan kandungan charcoal yang banyak dijual di pasaran, yang memiliki tekstur halus seperti pasta gigi pada umumnya, tentu saja mengandung partikel tidak kasar layaknya bubuk atau scrub charcoal yang banyak dijual secara daring tersebut.

Meskipun bisa saja memberi efek abrasif terhadap gigi, terutama jika kondisi gigi sudah sensitif atau email sudah menipis (rusak). Apabila Anda mengeluhkan sensasi ngilu ketika menyikat gigi, sebaiknya menghentikan pemakaian, atau diselingi penggunaannya dengan pasta gigi biasa.

Menambah Percaya Diri

Lain cerita dengan sikat gigi yang bulunya mengandung charcoal. Hal tersebut justru disarankan. Berdasarkan penelitian Thamke, et all (2018), sikat gigi yang mengandung charcoal lebih menghambat pertumbuhan bakteri pada sikat gigi tersebut, dibandingkan dengan sikat gigi biasa.

Gigi yang putih bersih tentunya menjadi andalan bagi beberapa orang. Karena gigi yang putih bisa menambah rasa percaya diri serta membuat senyuman lebih sempurna.

Tapi perlu Anda ketahui, bahwa definisi gigi yang putih untuk tiap individu berbeda- beda. Tidak semua orang bisa mendapatkan gigi putih seperti yang mereka lihat pada iklan pasta gigi di televisi. Karena pada Oleh Irma Mutiara Manggia dasarnya setiap orang sudah memiliki warna naturalnya masing-masing.

Bagaimana untuk mendapatkan warna natural yang maksimal tersebut? Tentunya ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan, baik di rumah maupun dengan melakukan perawatan ke dokter gigi. Embun memaparkan beberapa cara yang bisa Anda pilih untuk mencerahkan warna gigi yang natural tersebut.

Pertama, menjaga kebersihan mulut dan gigi dengan baik (oral hygiene). Mulai dari rutin menyikat gigi, termasuk tak pernah absen menyikat gigi sebelum tidur, dental flossing, dan membersihkan karang gigi secara rutin. Akan lebih baik lagi bila dilakukan tiap enam bulan sekali.

Kedua, hindari atau kurangi makanan atau minuman yang berpotensi meninggalkan noda kuning pada gigi. Seperti soda, minuman manis, minuman kemasan seperti energy drink, teh, kopi, dan wine karena mengandung tanin dan polifenol yang bisa membuat warna gigi menjadi kusam.

Terutama white wine karena memiliki sifat asam yang bisa mengikis enamel bila dikonsumsi terlalu sering. Adapun makanan yang terlalu banyak mengandung cuka, rempah-rempah, kecap atau saus lainnya, juga bisa membuat gigi kuning, karena beragam penambah rasa tersebut mudah melekat pada enamel gigi.

Jadi, apabila Anda termasuk penggemar makanan yang kaya rempah atau cukup sering menggunakan berbagai penambah rasa tersebut, disarankan untuk menggosok gigi setelah makan. Meskipun bukan yang segera menggosoknya setelah makan, karena akan mempercepat pengeroposan gigi.

Gosok gigi paling tidak 30-60 menit setelah makan. Ketiga, terlalu sering menggunakan obat kumur juga berkontribusi membuat gigi menguning. Hal tersebut karena obat kumur yang banyak dijual di pasaran memiliki kadar asam yang tinggi. Makanya kalau terlalu sering digunakan akan membuat mulut lebih kering dan merusak email gigi.

Hal tersebut karena dalam kondisi mulut yang kering, air liur tidak bisa bekerja maksimal menjaga kelembapan mulut, mengurangi tingkat keasaman, atau mencegah noda menempel pada enamel. Supaya lebih yakin, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter gigi Anda untuk memilih obat kumur yang sesuai dengan kondisi gigi.

Keempat, rokok. Anda tentu sudah tahu bahwa semua kandungan pada rokok bisa menyebabkan gigi menjadi kuning. Selain merawat gigi dengan benar serta menghindari hal-hal yang bisa membuatnya kuning, bila Anda masih merasa kurang dan ingin melakukan perawatan pada dokter gigi, Anda juga bisa melakukan teeth bleaching atau whitening.

”Perlu diketahui kalau bahan pemutih gigi itu sangat berbahaya, makanya perlu pengawasan dokter,” papar Embun. Hal tersebut juga berkaitan dengan banyaknya bahan pemutih gigi yang sangat banyak dijual secara daring.

Hal tersebut tentu saja berbahaya bila dilakukan sendiri di rumah. ”Padahal kalau tidak hati-hati dan tidak dilakukan dengan tepat, dapat mengiritasi bibir dan gusi. Bisa juga menimbulkan reaksi alergi pada orang yang sensitif,” tuturnya. (49)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar