Garang Asem Bandeng Bikin Lidah Bergoyang

SM/Dok  -  MEMASAK : Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat memasak di Taman Indonesia Kaya, beberapa waktu lalu. (53)
SM/Dok - MEMASAK : Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat memasak di Taman Indonesia Kaya, beberapa waktu lalu. (53)

BELUM Cukup mengulas variasi menu makanan dengan bahan dasar ikan bandeng. Setelah membahas bandeng teriyaki, bubur bandeng, sarden bandeng, dan soto bandeng, ternyata, bandeng juga bisa dijadikan Garang Asem.

Di tangan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu inilah, ikan bandeng disulap menjadi garang asem. Resep itu muncul lantaran wanita yang akrab disapa Ita itu bosan dengan garang asem berbahan dasar daging atau jeoran ayam.

”Ini resep coba-coba, karena selama ini garang asem berbahan dasar daging ayam atau jerohan ayam. Ini dicoba mengunakan bandeng. Hasilnya, tetap bisa membuat lidah bergoyang. Anggota keluarga pun suka memakannya bersama nasi,” ujarnya.

Wanita yang suka kuliner ini mengungkapkan, dipilihnya ikan bandeng karena mudah didapatkan. Setiap waktu ada, tidak mengenal musim. Meski harganya terjangkau, namun kaya akan protein dan tidak mengandung kolesteror. Karenanya, sangat baik untuk kesehatan.

Dengan pengolahan yang baik, bau lumpur pada kebanyakan ikan bandeng tidak tercium lagi. Kuncinya ada di belimbing wuluh, irisan laos, dan daun salam yang dimasukkan saat memasak.

Perpaduan rasa segara, manis, dan asam membuat bandeng olahan ini punya citarasa yang khas. ”Biasanya disajikan saat makan siang. Makanan pendampingnya tentunya nasi putih, tempe goreng dan kerupuk.

Minumannya bisa air putih atau teh tawar atau manis, tergantung kesuakaan,” ujar istri dari Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng, Alwin Basri ini. Karena jadwal yang padat, sebagai wakil wali kota, tentunya dia tidak bisa memasak Garang Asem setiap hari.

Biasanya dia memasaknya saat akhir pekan, atau saat jadwal tidak padat. Kebetulan, saat akhir pekan, anggota keluarga berkumpul. Menu ini pun disajikan. Cara memasaknya pun tidak sulit.

Resep dan bahannya tak jauh berbeda dengan memasak garang asem biasanya, yang berbeda hanya bahan dasarnya, yakni bandeng, bukan ayam.

Dikukus menggunakan duan pisang pun dipertahankan agar citarasa terjaga. ”Yang suka pedas, bisa menambahkan 20 cabai rawit setan. Tapi kalau tidak suka pedas, bisa dikurangi. Jangan lupa menambahkan tomat dan daun salam untuk menambah kesegaran masakan,” imbuhnya.

Tips-tips untuk membuat makanan ini, pertama, pilihlah ikan bandeng yang masih segar. Cabut durinya dan juga keluarkan isinya agar tidak mempengaruhi rasa.

Oles bagian dalam bandeng dengan minyak goreng dan dibumbui dengan garam dan kaldu secukupnya. Isi bagian dalam bandeng dengan fish cake bantuk ikan kecil dan irisan cabai rawit setan, tutup bandeng supaya terlihat utuh. Wadah untuk mengukus, dialasi dengan daun pisang.

Masukkan daun salam, laos, bawang merah, bawang putih, cabai hijau, cabe rawit iris. Letakkan bandeng diatasnya, taburi dengan potongan belimbing wuluh, tomat hijau dan cabai rawit utuh secukupnya.

”Bumbu dan air putih diaduk rata, tuang ke atas bandeng, tutup dengan daun pisang. Kukus beberapa menit hingga matang. Lebih enak dimakan saat masih hangat,” ungkapnya. (M Khabib Zamzami-53)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar