Mengusir Batuk Bandel

Oleh Irma Mutiara Manggia

MUSIM peralihan atau pancaroba sering dikaitkan dengan batuk. Peralihan dua musim utama pada negara tropis, yakni antara musim hujan dan kemarau, dituding sebagai penyebab seseorang mudah terserang batuk. Dan karena daya tahan tubuh juga memengaruhi, batuk yang menyerang pun tidak kunjung sembuh.

Batuk yang tak kunjung reda tersebut bisa bertahan hingga berminggu-minggu. Yang perlu Anda ketahui, batuk bukanlah sebuah penyakit, namun gejala dari suatu penyakit, mulai dari demam hingga MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Jika batuk yang Anda alami berlangsung kurang dari tiga minggu, itu merupakan batuk akut.

Jika lebih dari tiga minggu, itu merupakan batuk kronis. ”Batuk akut merupakan tanda atau gejala dari infeksi akut, di mana infeksi ini disebabkan oleh bakteri atau virus,” papar dr Fathur Nur Kholis SpPD, staf divisi Pulmonologi RSUP dr Kariadi Semarang.

Infeksi akut ini memiliki gejala mulai dari demam, nyeri pada sendi, otot, atau mata, badan lemah, sesak nafas, bahkan gangguan kesadaran. Infeksi akut terjadi pada saluran pernafasan bagian atas dan bawah, yang juga meliputi organ-organ telinga, hidung, tenggorok.

Adapun batuk kronis harus diwaspadai dengan adanya gejala-gejala lain yang menyertainya, yakni infeksi kronis, kehilangan atau berkurangnya nafsu makan, berat badan turun, badan lemah, letih atau berkeringat di malam hari. ”Biasanya, ini merupakan gejala dari Tuberculosis.

Namun jika tidak disertai infeksi, ini gejala dari gangguan pernafasan yang lain,” jelas Nur Kholis. Lebih lanjut ia menjelaskan, gangguan pernafasan ini misalnya sesak nafas atau asma. Atau batuk berdarah, yang berkemungkinan bekas Tuberculosis yang mengalami infeksi menjadi fibrosis paru, asma bronchial, atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Lalu, dari segi produksi dahak atau lendir, batuk juga dibedakan menjadi batuk produktif dan non-produktif.

Batuk produktif yakni batuk yang mengeluarkan material berupa dahak. Ini menandakan bahwa batuk merupakan tanda terjadinya proses infeksi, yang ditandai dari warna dahak kuning kehijauan. Namun, tidak semua batuk berdahak merupakan tanda dari penyakit infeksi.

Bisa juga terjadi karena pasien menderita gagal jantung, yang ditandai dari dahak yang berdarah, encer, berwarna putih, dan berbusa. Bisa juga karena kelainan paru-paru, kronis dengan karakter dahak seperti karat besi, yang merupakan tanda adanya Bronchiectasis (perusakan dan pelebaran abnormal dari saluran pernafasan besar).

Atau jika dahak berbau dan berwarna nanah, maka ini tanda terjadi abses pada paru-paru; terbentuknya rongga yang berisi debris jaringan mati atau cairan yang umumnya disebabkan infeksi bakteri dalam paru-paru. Kemudian, batuk non produktif merupakan tanda terjadi gangguan saluran pernafasan bagian atas. Telinga Hidung Tenggorok (THT), asma, asma bronchial, PPOK, alergi, dan postnasal drip.

Postnasal drip merupakan seseorang yang sudah sembuh dari flu, namun masih menderita batuk. Etika Batuk ”Batuk merupakan tanda bahwa saluran pernafasan mengalami penyempitan atau hambatan. Kita harus waspada jika batuk disertai darah, sesak nafas yang hebat, demam tinggi atau berat badan yang turun drastis,” kata Nur Kholis. Anda pun harus waspada, jika mengalami batuk setelah ada riwayat kontak dengan penderita MERS-Cov, flu burung atau flu babi.

Salah satu penularan saluran pernafasan yang paling mudah adalah batuk. Nur Kholis mengatakan, supaya penyebaran penyakit pada saluran pernafasan bisa dikendalikan, kita perlu menggunakan alat proteksi yang paling sederhana, yakni menggunakan masker.

Terutama jika sedang sakit atau batuk. Jika kita sedang batuk, yang paling penting untuk diperhatikan adalah etika batuk. Yakni tidak mengarah ke orang lain ketika batuk, menutup mulut atau menggunakan masker selama atau ketika bepergian. Ketika kita melakukan kontak dengan orang lain, agar diri sendiri tidak menjadi sumber penularan penyakit.

Penting juga bagi para orang tua untuk mengajari etika batuk pada anaknya. M e n u t u p mulut ketika batuk memang s e b a i k n y a menggunakan saputangan atau tisu (jika tidak menggunakan masker). Namun jika terpaksa menutup mulut dengan tangan, kita harus segera mencuci tangan setiap habis batuk.

Tak kalah penting, tidak membuang dahak sembarangan, misalnya di jalan atau tempat umum. Batuk menular melalui percikan di udara, bertukar menggunakan peralatan makan dengan orang yang sedang batuk, tidak menjadi masalah, selama itu bukan batuk karena infeksi.

Obat Alami

Selain mengonsumsi obat-obatan untuk meredakan batuk, ada beberapa cara alami yang juga bisa Anda lakukan untuk meredakannya. Bahan-bahannya pun tidak sulit untuk ditemukan di dapur Anda. Hanya, efektivitas obat alami tersebut akan berbeda pada tiap orang.

Karena dampak yang paling mengganggu dari batuk adalah mengganggu aktivitas dan waktu istirahat. Batuk merupakan reaksi untuk membersihkan saluran nafas yang terganggu dari dahak dan penyebab iritasi. Nah untuk jenis batuk tersebut, Anda bisa memanfaatkan bahanbahan yang ada di dapur sebagai obat batuk. Pertama, madu.

Selain bisa diminum langsung dengan takaran dua sendok teh sebelum tidur, madu juga bisa dicampur dengan teh atau air hangat yang diberi perasan lemon. Menurut penelitian, madu terbukti mengurangi batuk dan memperbaiki tidur di malam hari. Madu pun dianggap sama efektifnya dengan obat batuk yang mengandung dextromethorphan.

Namun jangan memberikan madu pada anak berusia di bawah satu tahun, karena daya tahan tubuh mereka belum bagus. Dua, berkumur dengan air garam. Bila batuk yang Anda alami memiliki rasa gatal pada tenggorokan, coba untuk berkumur dengan air garam.

Campurkan 1/4 hingga 1/2 sendok teh garam ke dalam 240 ml air hangat, lalu gunakan untuk berkumur. Hal tersebut dipercaya bisa mengurangi rasa gatal pada tenggorokan. Meskipun efektif, berkumur air garam tidak disarankan dilakukan pada anak berusia di bawah enam tahun, karena pada usia tersebut mereka belum bisa berkumur dengan baik.

Tiga, jahe. Sensasi panas atau pedas pada jahe bisa mengurangi batuk yang mendera. Anda bisa menyeduh beberapa iris jahe dengan air panas. Atau merebus jahe bersama dengan kayu manis dan sereh. Jahe bermanfaat mengatasi sakit tenggorokan dan bahkan mual.

Empat, bawang bombay dan bawang putih. Bawang bombay memiliki uap yang kuat, makanya bisa membuat mata Anda berair saat mengirisnya. Uap yang kuat tersebut bisa bermanfaat sebagai obat batuk alami. Potong bawang bombay menjadi empat bagian di atas piring. Letakkan di kamar sebelum Anda tidur. Uapnya akan menyebar dalam ruangan dan terhirup oleh Anda yang sedang batuk.

Adapun bawang putih yang memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antivirus, bermanfaat dalam membantu meredakan radang tenggorokan dan batuk. Terakhir, daun mint. Menthol yang terkandung di dalamnya bisa mengatasi batuk dengan cara melegakan tenggorokan dan membantu mengencerkan lendir.

Manfaatnya sebagai obat batuk alami, bisa Anda konsumsi dengan cara meminum teh mint atau menghirup uap dari minyak aromatherapi mint. Tuangkan tiga hingga empat tetes minyak mint pada 150 ml air panas. Tutup kepala dengan handuk dan tarik nafas dalam-dalam, tepat di atas baskom yang berisi air mint hangat tersebut. (49)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar