Kulit Lebih Putih dengan Kromosom Booster

SALAH satu jenis perawatan yang sedang dibicarakan adalah kromosom booster atau terapi kromosom. Selain berbiaya selangit, terapi ini digemari sejumlah selebriti Tanah Air, salah satunya Ayu Ting Ting.

Apa itu terapi kromosom? Terapi ini bertujuan menghambat gen, sehingga bisa membuat kulit lebih cerah, dengan cara menyuntikkan penghambat gen tersebut ke dalam tubuh. Warna kulit manusia, menurut Fitzpatrick scale (atau Fitzpatrick phototyping scale), dikelompokkan ke dalam enam tipe.

Tipe satu merupakan warna kulit paling cerah atau paling putih, mudah terbakar sinar matahari (sun burn), dan tidak bisa terjadi flek atau kehitaman. Sementara tipe enam merupakan warna kulit paling gelap, tidak bisa terbakar sinar matahari namun warnanya semakin gelap.

Adanya perbedaan warna kulit itu karena dalam tubuh kita terdapat sebuah gen bernama SLC24A5, yang terdapat pada kromosom ke-15 dalam tubuh.

Menurut penelitian, aktivitas gen tersebut yang menentukan jumlah dan aktivitas melanosit. Semakin tinggi aktivitas gen SLC24A5, semakin tinggi jumlah melanosit yang akan memproduksi melanin; maka warna kulit akan semakin gelap.

Sebaliknya, jika aktivitas gen tersebut semakin sedikit maka kulit semakin terang. Dan orang-orang ras kaukasia, aktivitas gen SLC24A5 lebih rendah ketimbang ras lain. Para peneliti dari Swiss mengamati dan meneliti aktivitas gen tersebut dan menemukan penghambatnya, dan diklaim sebagai agen pemutih terbaik.

Karena tidak memengaruhi sel pigmen rambut dan mata. Gen penghambat itu tidak menyebabkan albinisme. Penghambat gen atau SLC24A5 inhibitor yang diberikan melalui suntikan tersebut, tentu saja tidak akan langsung memberikan hasil hanya dalam satu kali penyuntikan.

Masing-masing individu dengan warna dan kecenderungan kulit yang berbeda, tentunya akan memberikan hasil berbeda. Ada yang kulitnya terlihat 30% lebih cerah setelah suntikan ke- 9, ada pula yang baru mendapatkan kulit cerah secara merata pada suntikan ke-54.

Meskipun diklaim paling aman dan tanpa efek samping (termasuk efek samping terhadap rambut dan mata), di Indonesia belum ada uji klinis atau simposium yang menjamin terapi kromosom tersebut. “Penelitiannya dilakukan di luar negeri, belum dilakukan di Indonesia.

Jadi meskipun diklaim aman, bukan berarti Anda bisa sembarangan melakukan terapi itu. Pastikan Anda mendatangi klinik atau rumah sakit yang jelas dengan dokter berkompeten di bidangnya,” saran dr Lewie Suryaatmadja SpKK(K).

Cara Lain

Terapi kromosom memang memakan biaya yang sangat mahal, yakni antara Rp 2 juta hingga Rp 15 juta untuk sekali suntik. Selain terapi kromosom, tentunya ada beragam cara untuk mendapatkan kulit lebih putih atau cerah, antara lain glutathione, serum, suplemen hingga susu kambing.

Bila Anda belum pernah mendengar nama glutathione sebelumnya, bahan tersebut sebenarnya juga diproduksi dalam hati manusia. Glutathione merupakan antioksidan yang diklaim sangat ampuh dan kuat, sehingga dikenal dengan istilah the mother of antioksidan, karena dapat menangkal radikal bebas yang mengancam tubuh.

Glutathione juga memiliki kemampuan menghambat pembentukan melanin atau pigmen kulit dari melanosit, dengan cara menghambat reaksi enzim tyrosinase dan L-DOPA yang dimanfaatkan untuk membantu mencerahkan kulit. Produk glutathione biasanya hadir dalam bentuk pil, sabun, lotion, inhaler, dan injeksi.

Berikutnya adalah serum yang mengandung bahan untuk memutihkan atau mencerahkan kulit. Serum pun memiliki kandungan berbeda-beda. Yang populer adalah vitamin C derivatif, ekstrak plasenta, hydroquinone, arbutin, dan asam ellagic.

Selain mengonsumsi suplemen glutathione, suplemen lain yang juga populer untuk memutihkan kulit antara lain vitamin C, karena bersifat antioksidan dan mampu meningkatkan produksi kolagen dalam kulit.

Vitamin C juga banyak terdapat dalam skincare antipenuaan (anti aging). Selain vitamin C, tentu saja ada vitamin E yang merupakan antioksidan dan bisa menjaga kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari berlebih.

Vitamin E juga membantu mencegah munculnya noda hitam, bahkan keriput. Kemudian suplemen polypodium leucotomos (PL), di mana termasuk dalam tumbuhan paku atau pakis.

PL pun bersifat antioksidan, sehingga bisa melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari, menghambat perubahan warna kulit menjadi lebih gelap. Suplemen PLjuga digunakan untuk mengobati beberapa penyakit kulit seperti eksim, psoriasis, dan vitiligo. Lalu ada juga suplemen mulberry.

Ekstrak mulberry merupakan salah satu ekstrak alami yang banyak terdapat dalam produk pemutih kulit. Hal ini karena buah mulberry memiliki kandungan vitamin C dan E. Terakhir, susu kambing yang juga bermanfaat untuk memutihkan kulit.

Susu kambing memiliki banyak manfaat untuk kulit, antara lain menghaluskan, melembutkan atau melembapkan, dan juga menutrisi kulit. Kandungan asam laktatnya mampu menghidrasi kulit. Nutrisi yang masuk akan disalurkan secara optimal ke seluruh tubuh.

Dengan terserapnya nutrisi hingga ke dalam kulit, permukaan kulit akan terlihat sehat dan lebih cerah, sel kulit mati terangkat sehingga mencegah munculnya jerawat serta meregenerasi kulit. Sebelum Anda memutuskan akan memilih jenis perawatan pemutih kulit yang mana, Lewie menyatakan yang paling utama adalah menjaga atau mengatur pola hidup.

“Melakukan perawatan semahal apa pun akan percuma bila masih sering terpapar sinar matahari dan tidak menjaga pola hidup yang sehat,” tuturnya. Ia juga penambahkan, yang paling penting untuk diterapkan adalah menghindari paparan langsung sinar matahari, selalu menggunakan sunblock dengan benar, serta menjaga pola hidup sehat.

Dan apabila ingin melakukan perawatan pemutih, sebaiknya dilakukan di rumah sakit atau klinik terpercaya, serta dengan dokter yang ahli di bidangnya. Penting juga untuk mencari tahu atau menanyakan efek samping dari jenis perawatan yang akan Anda jalani. (Irma Mutiara Manggia-49)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar