Waspadai Bahaya Microsleep

Oleh Irma Mutiara Manggia

SM/dok
SM/dok

MENGUAP merupakan hal yang biasa kita alami sehari-hari. Terkadang kita menguap di tempat kerja atau ketika sedang berkendara. Menguap sebenarnya merupakan sinyal atau alarm yang diberikan tubuh agar kita beristirahat.

Bila memaksakan diri untuk melek, bahkan ketika sedang berkendara, efeknya tentu saja berbahaya. Anda mungkin pernah mengalami tiba-tiba tidak bisa berpikir apa-apa alias blank, skip, dan kehilangan fokus selama beberapa detik.

Hal tersebut merupakan tanda Anda mengalami microsleep alias tidur sekejap. Apa itu microsleep? Yakni ketika dalam waktu singkat Anda tidak sengaja mengalami episode kehilangan perhatian dengan tanda tatapan kosong, menggertakkan kepala serta menutup mata cukup lama, yang bisa terjadi ketika Anda mengalami kelelahan namun berusaha untuk tetap terjaga.

Di mana hal tersebut dilakukan ketika harus menyelesaikan pekerjaan ketika menatap layar komputer atau ketika sedang berkendara. Microsleep bisa terjadi selama beberapa detik hingga sekitar dua menit dan biasanya orang yang sedang mengalami hal itu tidak sadar kalau dirinya sedang mengalami microsleep.

Ketika seseorang sedang terkantuk- kantuk, ia bisa beberapa kali tertidur lalu terbangun. Microsleep pun bisa terjadi dalam keadaan mata terbuka. Ketika sedang dalam episode itu, ia biasanya tidak bisa merespon informasi yang diterima. Ketika berkendara misalnya, bisa menerobos lampu merah karena tidak menyadarinya sama sekali.

Atau tidak menyadari rambu-rambu jalan lainnya, bahkan tidak menyadari kalau ada tikungan. Karena itu, microsleep bisa sangat berbahaya. Mengapa microsleep bisa terjadi? Dr Elta Diah Pasmanasari SpS Msi Med menjelaskan, microsleep terjadi ketika tubuh kita telah diprogram untuk tidur, namun kita memaksakannya untuk tetap terjaga.

Dengan kata lain, otak telah memasuki kondisi istirahat saat tubuh masih terjaga. Hal itu terjadi pada saat kita mengalami kelelahan, sehingga sebagian otak sudah shut down dalam keadaan mata dan tubuh masih terjaga, dengan tanda-tanda yang telah disebutkan sebelumnya; sering menguap, tatapan kosong (blank), hilang kesadaran atau perhatian (skip) serta kehilangan fokus.

Penyebabnya

Dosen Fakultas Kedokteran Undip Semarang tersebut memaparkan, microsleep bisa terjadi pada siapa pun. Namun yang paling berisiko adalah jika jam tidurnya kurang atau orang yang harus melakukan pekerjaan berlangsung lama atau berulang-ulang.

Misalnya para pekerja shift malam, sering lembur yang mengharuskan menatap layar komputer untuk waktu lama atau mengemudi. Karena itu, pemerintah berencana untuk menetapkan pengaturan jam kerja ojek online (ojol), supaya mereka memiliki waktu cukup untuk istirahat. Kelelahan yang sangat bisa memicu sel-sel otak untuk tertidur sebagian.

Kemampuan otak pun ada batasnya, karena kurang tidur menyebabkan sel-sel otak ikut kelelahan. Jadi memaksakan diri berkendara dalam kondisi kelelahan bisa membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.(49)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar