Empat Perusahaan Ajukan Penangguhan UMK

SEMARANG - Empat perusahaan di Jawa Tengah telah mengajukan penangguhan pembayaran gaji sesuai dengan UMK 2019 untuk pekerjanya. Pengajuan dari satu perusahaan dikabulkan dengan perubahan lama masa penangguhan, tiga lainnya tak mampu memenuhi syarat.

Keeempatnya terdiri atas dua rumah sakit di Kota Semarang dan Purworejo, satu perusahaan mebel di Jepara, dan satu perusahaan garmen di Kendal. Mereka mengajukan penangguhan dengan waktu yang berbeda-beda. Ada yang kurang dari setahun, namun ada juga yang lamanya setahun.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng Wika Bintang mengatakan, satu perusahaan yang pengajuannya disetujui adalah perusahaan garmen di Kendal. Namun, dari lama masa penangguhan yang diajukan yakni setahun hanya disetujui setengahnya atau enam bulan.

Keputusan itu bukannya asal ambil, melainkan telah melalui kajian dan pertimbangan kondisi keuangan perusahaan tersebut. ”Dia mintanya penangguhan setahun. Setelah kami kaji, tidak bisa.

Penangguhan yang kami setujui selama enam bulan,” kata Wika, Jumat (25/1). Tiga perusahaan lain, lanjut Wika, telah mencabut pengajuan penangguhan karena tak bisa memenuhi persyaratan.

Bagi perusahaan yang disetujui pengajuan penangguhan pembayaran UMK, ia mengingatkan jika penangguhan pembayaran gaji tersebut hanya ditujukan bagi karyawan yang masa kerjanya di bawah setahun. Perusahaan garmen tersebut memiliki sekitar 130 pekerja baru di bawah setahun. Dijelaskan, aturan penangguhan sekarang berbeda dari tahun lalu.

Aturan baru yang telah diputuskan Mahkamah Konstitusi, mewajibkan perusahaaan yang mengajukan penangguhan, melunasi hak karyawan setelah masa penangguhan selesai. Wika mencontohkan, jika UMK tahun lalu Rp 2,1 juta, naik menjadi Rp 2,3 juta pada tahun ini, maka setiap bulan perusahaan utang Rp 200 ribu kepada karyawan.

”Perusahaan masih boleh memberi upah Rp 2,1 juta selama enam bulan. Tapi setiap bulan, perusahaan utang Rp 200 ribu. Akumulasi utang yang menjadi Rp 1,2 juta itu, harus dibayarkan kepada karyawan pada bulan ketujuh,” jelasnya. (H81-34)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar