Edukasi soal Penyakit Lupus

Film ”Terima Kasih Cinta”

FILM Terima Kasih Cinta memberikan edukasi atau pengajaran ke masyarakat mengenai penyakit lupus. Itulah pernyataan eksekutif produser rumah produksi film Bintang Pictures, Wiwiek Hargono, yang memproduksi film itu.

“Masyarakat luas bisa segera menikmati film Terima Kasih Cinta ini mulai Kamis (17/1) mendatang. Film ini berkisah tentang perjuangan seorang gadis bernama Eva dalam melawan penyakit lupus,” kata Wiwiek di Bekasi, Sabtu (12/1). Dia menuturkan lewat film itu timnya berusaha mendidik masyarakat mengenai penyakit lupus.

Keseriusan tim produksi dalam menampilkan edukasi penyakit lupus mereka buktikan dengan proses penggarapan film yang memakan waktu hingga dua tahun. “Kami menggarap film dan riset tentang penyakir lupus sampai dua tahun demi mendapatkan sisi cerita yang menarik dan fakta medis tentang penyakit itu,” katanya.

Berjuang

Rumah produksi film Bintang Pictures berhasil masuk ke dunia film dengan nilai edukasi terhadap keluarga di Indonesia. “Kami tertatih selama dua tahun dan banyak pihak bertanya-tanya, sampai akhirnya bisa terealisasi,” ujar dia.

Tokoh utama film itu, Putri Marino, yang memerankan sosok Eva, berhasil memerankan seorang pasien lupus yang berjuang kuat untuk bisa sembuh.

Putri Marino yang memerankan karakter itu mampu membuat aktor Gary Iskak tertular semangat untuk menjalani hidup berdampingan dengan pasien lupus. “Film ini sarat pesan tentang cinta, kekeluargaan, pertemanan, dan kesedihan atas kehilangan orang yang disayang,” katanya.

Selain Gary Iskak, film itu juga dibintangi aktris Cut Mini di bawah arahan sutradara Tema Patrosza. Pemain lain adalah Achmad Megantara, Allan Dastan, Unique Priscilla, dan Meisyarah Oemri. (ant-28)


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar