Saat Diet Tak Kunjung Berhasil

Anda menjalani diet yang sudah terasa mati-matian dan penuh perjuangan, namun angka timbangan tak kunjung turun? Terkadang kita hanya fokus pada metode diet yang sedang kita jalani, tapi melupakan beberapa faktor pendukung lainnya.

Karena itu, berat badan sulit turun atau tubuh malah menolak metode diet tersebut, atau tidak kuat menjalaninya. Faktor apa saja yang bisa memengaruhi program diet yang kita jalani? Metode diet apa pun yang dijalani bila tidak memperhatikan faktor-faktor pendukung atau hal inti dari mengatur pola makan, tentu membuat diet jadi bubar di tengah jalan. Prof dr Siti Fatimah Muis MSc SpGK membeberkan beberapa hal yang sering terlupakan oleh para penganut diet.

Pertama, mengurangi jumlah asupan secara bertahap. Untuk menjaga berat badan, biasakan makan sesuai dengan jumlah kebutuhan kalori harian. Misalnya untuk usia produktif yang membutuhkan sekitar 2.000 kalori sehari, maka makan sesuai dengan jumlah kalori tersebut. Atau lebih sedikit bila ada target turun berat badan.

Dan untuk mengurangi porsi makan yang baik, lakukan secara bertahap. Kurangi dulu sekitar 10%, bila tubuh sudah terbiasa, minggu berikutnya kurangi 20%, dan seterusnya antara 30-40%. “Yang dikurangi itu total dari semua jenis makanan, bukan hanya dari satu jenis. Kurangi karbohidrat, lemak dan protein, terutama lemak dan karbohidrat,” tutur Fatimah.

Meskipun Anda mengonsumsi jumlah protein secara normal (tidak mengurangi jumlahnya) tidak masalah, karena protein terutama protein hewani, bagus untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Hal lain yang kerap dilupakan, bila pada hari itu sudah mengonsumsi nasi, maka jangan konsumsi pasta.

Bagaimana dengan makanan yang serba digoreng? Apakah harus dihindari? Fatimah menjelaskan, makanan yang digoreng tidak harus sepenuhnya dihindari. Fatimah mengatakan, yang harus dihindari itu yang serba digoreng dengan tepung, seperti tempe mendoan. Apabila digoreng biasa, misalnya tempe goreng yang digoreng di rumah, masih bisa Anda konsumsi.

Banyak Minum Air Putih

Dua, Jangan menahan lapar. Untuk menghindarinya, perbanyak sayur dan buah, karena selain mengenyangkan, bisa mengurangi rasa cepat lapar. Konsumsi setidaknya satu mangkok atau sekitar 1,5 gelas. Tiga, banyak konsumsi air putih.

Disadari atau tidak, orang yang sedang berdiet minum air putih dalam jumlah sedikit. Meminum banyak air putih, yang sesuai dengan kebutuhan harian, memang bisa membuat angka timbangan naik sekitar setengah kilogram. Namun Anda tak perlu khawatir, karena angka setengah kilogram tersebut adalah air, bukan lemak.

Yang mana akan terbuang melalui buang air kecil dan keringat. Kalau ginjal berfungsi dengan normal, meminum dua liter air, maka Anda pun akan mengeluarkan dua liter air melalui urin dan keringat. “Kita tinggal di negara tropis, tubuh tidak boleh sampai dehidrasi. Karena dehidrasi juga membuat kulit jadi kering, terlihat kusam atau keriput,” tutur Fatimah.

Empat, istirahat cukup. Istirahat cukup terkait dengan jumlah jam tidur. Setidaknya harus memenuhi kebutuhan tidur di malam hari selama enam hingga tujuh jam dalam sehari. Mengapa tidur berpengaruh terhadap diet? Pembaruan dan perbaikan sel-sel terjadi pada malam hari di saat tubuh beristirahat atau setelah tubuh selesai bekerja mencerna semua makanan.

Apabila pada tengah malam Anda masih begadang dan disertai ngemil, maka tubuh yang harusnya beristirahat dan melakukan penggantian jaringan yang rusak, masih bekerja mencerna makanan. Sistem metabolisme yang kacau membuat berat badan tak kunjung turun. Terakhir, lakukan olahraga. Diet akan bekerja maksimal apabila diimbangi dengan olahraga.

Secara sederhana, semakin banyak yang dimasukkan ke dalam tubuh (makanan) maka tubuh harus semakin banyak bergerak (olahraga). Dan kalau Anda menginginkan hasil yang cepat, olahraga merupakan jawaban tepat.

Lemak dalam tubuh akan dibakar melalui olahraga. Misalnya tubuh butuh 2.000 kalori per hari, dengan rutin berolahraga, maka kebutuhan kalori naik menjadi 2.200 dan dengan memangkas asupan menjadi sekitar 1.800 kalori, otomatis berat badan lebih cepat turun. (Irma Mutiara Manggia-49)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar