Camilan pada Cuaca Dingin

Musim hujan telah datang. Cuaca yang cenderung sejuk membuat kita sering merasa lapar. Biasanya, ketika hujan sedang turun, kita langsung membayangkan makanan yang bisa menghangatkan tubuh seperti bakso, mi rebus atau makanan lainnya. Mengapa kita cenderung lapar di kala cuaca dingin?

”Menghadapi udara yang dingin, tubuh harus mempertahankan suhunya supaya tetap hangat. Suhu tubuh normal manusia sekitar 37 derajat celcius, nah untuk mempertahankannya, ya melalui makan,” papar Prof Dr Siti Fatimah Muis MSc SpGK.

Singkatnya, tubuh harus makan untuk mempertahankan suhu supaya tetap hangat. Sama halnya dengan orang yang sedang demam. Kenaikan satu derajat suhu tubuh dari biasanya, maka asupan makan pun perlu dilebihkan sekitar 10% dari biasanya, agar suhu tubuh bisa kembali normal, yakni antara 36-37 derajat celcius.

Ahli gizi RSUPdr Kariadi Semarang tersebut menjelaskan, untuk cuaca dingin tubuh memang membutuhkan lebih banyak asupan dari biasanya. Konsumsi makanan yang lebih banyak tersebut idealnya adalah sekitar 5 - 10 % dari biasanya. Bagaimana bila lapar muncul, namun kita memilih untuk tidak memenuhi sinyal tubuh supaya segera makan?

Rasa lapar itu muncul dari otak, lalu asam lambung diproduksi, dan muncul lapar yang memerintahkan kita untuk segera makan. Tidak segera makan tentu bukan masalah, karena tubuh kita akan menggunakan lemak yang sudah ada (di dalam tubuh) untuk mempertahankan suhunya.

Apabila tiap musim hujan kita makan lebih banyak, apakah berat badan akan naik? Tentu saja tidak, asalkan yang dikonsumsi hanya 5- 10% lebih banyak. Misalnya, untuk usia muda atau produktif, yang setiap harinya membutuhkan 2.500 - 3.000 kalori, maka dengan menambah sekitar 250 - 300 kalori per hari tidak menimbulkan kenaikan berat badan.

Contoh menu yang bisa Anda konsumsi, nasi putih dengan lauk sayurmayur, beserta tempe, dan tahu. Jika keinginan ngemil tak bisa ditolak, Anda masih boleh ngemil asalkan sesuai dengan kebutuhan tubuh dari keseluruhan total kebutuhan kalori harian. Misalnya sarapan mencakup 25%, makan siang 40%, dan makan malam 30% dari total kebutuhan kalori harian, maka sisanya 5% untuk jatah kudapan.

”Yang paling sulit dikendalikan itu snacking, bukan porsi makan pokok,” tuturnya. Snack atau kudapan memiliki nilai energi banyak. Hindari snack berupa pasta atau cake, karena isinya mengandung susu, telur, gula, dan keju. Pilih kudapan yang sehat, misalnya yang rendah gula dan tepung.

Paling aman, menurut Fatimah, adalah konsumsi buah-buahan. Karena dalam buah, kita sudah mendapatkan kandungan mineral, serat, dan vitamin. Pilih buah yang mengenyangkan, misalnya apel, pisang atau mangga.

Selain memilih cemilan yang lebih sehat, jam untuk ngemil pun harus diperhatikan. Usahakan untuk tidak makan di atas jam 21.00. Kita harus memberi kesempatan tubuh untuk beristirahat. Selain itu, untuk menjaga siklus tubuh tetap normal. Ada anggapan yang justru harus diperhatikan ketika cuaca dingin adalah menjaga hidrasi tubuh.

Mengapa demikian? ”Dalam cuaca dingin, tubuh tidak berkeringat, jadi tubuh cenderung tidak mengalami dehidrasi. Mengapa perlu banyak minum air putih, karena yang dikhawatirkan adalah tidak ada keringat yang keluar dan kita tidak kepanasan, sehingga kita merasa tidak haus, lalu menjadi kurang minum.

Belum lagi, cuaca dingin membuat kita sering buang air kecil,” jelas Fatimah. Karena itu, untuk menghindari tubuh dehidrasi karena merasa tidak haus itu, perbanyak minum air putih. (Irma Mutiara Manggia-49)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar