Masjid Berperan Berdayakan Ekonomi Umat

Kerja Sama BAZ-DMI Semarang

SM/Dini Failasufa : MEMAPARKAN MATERI : Salah satu pembicara, Agus Fathuddin memaparkan materi dalam Focus Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid, di lantai 9 Menara Suara Merdeka, Kamis (22/11). (42)
SM/Dini Failasufa : MEMAPARKAN MATERI : Salah satu pembicara, Agus Fathuddin memaparkan materi dalam Focus Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid, di lantai 9 Menara Suara Merdeka, Kamis (22/11). (42)

SEMARANG -Selain merupakan tempat ibadah, masjid juga memiliki beberapa fungsi, di antaranya untuk memberdayakan ekonomi umat dan menyosialisasikan program pemerintah.

”Masjid tidak hanya untuk shalat, zikir tetapi banyak fungsi lain seperti, pemberdayaan ekonomi, perawatan medis, dan sejumlah fungsi lainnya,” ungkap pengurus Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Tengah, Bidang Ekonomi Syariah, Nyata Nugraha.

Dia mengatakan hal itu saat menjadi narasumber di acara Rapat Koordinasi dengan Lembaga Amil Zakat dan Focus Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid, di Lantai 9 Menara Suara Merdeka, Jalan Pandanaran No 30 Semarang, Kamis (22/11).

Selain ketiga fungsi tersebut, masjid juga dapat menjadi tempat bermusyawarah, penyimpanan harta Zakat, Infaq, Sedekah (ZIS), tempat bersosialisasi serta pusat kegiatan intelektual. Nugraha melanjutkan, menurut Syaikh Ahmad bin Yahya Annjami, pada zaman Rasulullah Muhammad Saw dan khulafau rasyidin (empat kholifah, yakni Abu Bakar Assidiq, Umar bin Khottob, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib), masjid merupakan sumber segala kebaikan.

Dicontohkan masjid sebagai sumber segala kebaikan seperti, shalat fardu lima waktu, penyampaian nasihat dan arahan dari ulama, bertemunya ulama dan penuntut ilmu. ”Di era kejayaan Islam, masjid tak hanya sebagai tempat ibadah, namun pusat kegiatan intelektualitas,” terangnya.

Pemateri berikutnya Agus Fathuddin Yusuf dari Harian Suara Merdek, mengatakan setidak-tidaknya terdapat tiga fungsi dan pengelolaan masjid, yakni idaroh (pengorganisasian manajemen), riayah (pembangunan dan perawatan), imaroh (kemakmuran). ”Utamanya terkait pemberdayaan ekonomi. Mulai manajemen sampai hal teknis semua bisa dilakukan di masjid,” katanya.

Sementara itu, Kesra Sekda Kota Semarang, Ari Joko Santoso menjelaskan saat ini ada sekitar 1.300 masjid di Kota Semarang. Walau demikian banyak di antaranya belum berfungsi secara optimal. ”Eksistensi masjid, musala sangat penting. Namun tantangannya ialah pengembangan ekonomi masyarakat berbasis masji serta persatuan umat,” katanya.

Ketua Badan Amil dan Zakat (BAZ) Kota Semarang, Arnaz Agung Adrarasmara selaku inisiator kegiatan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara BAZ Kota Semarang dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang. Dijelaskan, dua bulan lalu, BAZ Kota Semarang bersepakat bersinergi dengan DMI Kota Semarang dalam ekonomi umat seperti, pembentukan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ). (arw,zam- 42)


Berita Terkait
Loading...
Komentar