Waspadai Diabetes Usia Muda

USIA muda merupakan masa produktif untuk menghasilkan karya dan membangun keluarga atas dasar sehat jasmani, rohani serta lingkungan. Namun apabila faktor tersebut mengalami gangguan, akan mengurangi produktivitas dan pengembangan diri, sehingga kuantitas dan kualitas hidup pun berkurang.

Beberapa faktor yang memengaruhi penurunan kualitas usia muda (di bawah 40 tahun) itu antara lain riwayat keluarga diabetes, hipertensi, obesitas, serta gaya hidup tidak sehat yang didukung beberapa faktor lingkungan, sehingga memicu diabetes pada usia muda.

”Hal inilah yang perlu dikendalikan sejak awal kehidupan, sekaligus diupayakan untuk mengurangi risiko penyakit itu dengan memperbaiki gaya hidup, melakukan aktivitas fisik secara teratur, serta merencanakan makanan sehat dan seimbang, sesuai dengan kebutuhan kalori masing-masing,” papar DR dr Tjokorda Gde Dalem Pemayun SpPD K-EMD FINASIM dari RSUP dr Kariadi Semarang.

Ia mengatakan, diabetes usia muda memiliki ciri khusus, yaitu individu tersebut mengalami obesitas yang dipicu stres psikologi dan malas melakukan aktivitas fisik, sehingga tampilan klinknya adalah hipertrigliseridemia, hiperglikemia atau hipertensi.

”Ciri lain adalah perlemakan hati disertai gangguan fungsi kognitif, antara lain kurang konsentrasi, lemah, letih, dan uring-uringan,” ungkapnya. Secara spesifik, beberapa faktor dari gaya hidup yang menyebabkan diabetes pada usia muda itu adalah obesitas.

Berat badan berlebih akan mencegah tubuh merespon insulin, di mana fungsinya adalah mengubah glukosa menjadi energi dan disebarkan ke seluruh tubuh, serta membantu tubuh menyimpan energi tersebut.

Selain itu, obesitas sentral atau kelebihan lemak pada perut juga menjadi faktor utama sebagai sumber berbagai penyakit kardiovaskular.

Lalu, pola makan yang tidak sehat. Mulai dari sering mengonsumsi junk food, makanan instan atau makanan berkalori tinggi, makanan atau minuman kemasan, makanan manis, jam makan yang tidak teratur termasuk makan pada larut malam.

Pola makan yang buruk tidak hanya meningkatkan risiko terhadap diabetes, tapi juga masalah kesehatan lain seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, dan stroke pada usia muda. Selanjutnya, rokok dan alkohol.

Kita semua tahu bahwa kecanduan alkohol dan kebiasaan merokok menjadi faktor penyebab berbagai macam penyakit, termasuk risiko tinggi terhadap diabetes usia muda. Kebiasaan buruk itu bisa mengganggu aktivitas metabolisme tubuh dan memengaruhi produksi insulin. Kemudian, stres berlebihan.

Tidak hanya pada usia dewasa, stres kini banyak dirasakan anak muda karena beban tugas sekolah atau kampus atau karena tekanan teman sebaya dalam lingkup sosialnya. Hal itu tidak jarang membuat banyak anak muda melampiaskan stresnya melalui konsumsi makanan manis untuk sekadar memperbaiki suasana hati mereka.

Dan tanpa disadari, mereka akan mengonsumsi makanan manis dalam jumlah lebih banyak dari biasanya, yang tentunya akan berdampak terhadap risiko diabetes.

Solusi

Selanjutnya, kurang tidur. Begadang atau tidak mendapatkan tidur yang cukup membuat irama sirkandian terganggu, sehingga memicu perubahan hormon tubuh, termasuk insulin yang mengatur gula darah. Terakhir, malas bergerak.

Waktu yang banyak dihabiskan untuk bermain game, menonton video, dan bermain sosial media pada telepon pintar atau menonton televisi, membuat tubuh malas bergerak atau menjadi malas ke luar ruangan.

Padahal kurangnya aktivitas fisik akan menyebabkan perlambatan metabolisme dalam tubuh, sehingga berisiko tinggi terhadap diabetes. Bagaimana solusi untuk menghindari diabetes pada usia muda? Jawabannya adalah dengan menghindari segala faktor pencetusnya.

Pertama, menerapkan pola makan yang sehat dengan jam makan yang teratur, menghindari atau mengurangi makanan tinggi kalori, junk food, makanan dan minuman kemasan, serta makanan dan minuman manis. Kemudian hindari kebiasaan merokok dan konsumsi minuman alkohol. Ketiga, hindari stres berlebih.

Selain untuk mengurangi risiko terhadap diabetes, tentunya akan memberi efek yang baik bagi kesehatan psikis. Empat, usahakan untuk selalu memiliki tidur cukup dan berkualitas setiap harinya. Kurangi begadang untuk mendapatkan tidur berkualitas.

Tidur setidaknya enam hingga tujuh jam dalam sehari, tentunya akan membuat tubuh lebih segar dan irama tubuh tidak terganggu. Anda bisa melakukan sleep hygiene untuk mendapatkan tidur berkualitas. Lima, olahraga teratur dan terukur. Tidak harus melakukan olahraga berat atau menghabiskan banyak waktu di gym untuk membakar kalori.

Lakukan olahraga ringan hingga sedang, paling tidak tiga kali dalam seminggu, dengan frekuensi latihan setidaknya selama setengah jam dan terus dilakukan secara teratur. Seperti jogging, renang, bersepeda, atau olahraga lainnya yang Anda gemari.

Memvariasikan olahraga kardio dan pengencangan (stretching) akan lebih bagus lagi. ”Upaya-upaya untuk mengendalikan diabetes usia muda adalah dengan mengenal sejarah keluarga, sekaligus mengendalikan faktor risiko yang dibimbing dokter, paramedik atau ahli gizi untuk mencapai berat badan ideal dan merencakanan olahraga teratur.

Orang muda dengan diabetes atau gangguan metabolik lain harus selalu didampingi secara teratur dan dibimbing untuk menata kehidupan keluarga di masa depan tanpa beban tekanan psikologi dan keturunannya,” papar Tjokorda. (Irma Mutiara Manggia-49)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar