Mengenal Bercak Kemerahan pada Kulit Bayi

SALAH satu kelainan pada kulit yang kerap diidentikkan dengan bayi dan anak-anak adalah dermatitis atopik atau lebih dikenal dengan istilah eksim. Eksim merupakan kondisi kulit yang menyebabkan kulit meradang, memerah, dan gatal-gatal.

“Semua usia bisa terkena dermatitis atopik, tidak hanya bayi dan anak-anak, tapi juga orang dewasa. Masyarakat lebih cenderung memperhatikan penyakit ini bila muncul pada bayi dan anak-anak, karena mereka (bayi dan anak-anak) akan rewel, merasa gatal, bahkan sampai terganggu tidurnya,” ujar dr Radityastuti SpKK dari RSUPdr Kariadi Semarang.

Ia menjelaskan, bagian tubuh yang terkena eksim pada bayi (usia 0-2 tahun) adalah area pipi. Orang awam menyebutnya sebagai “eksim susu”, karena area tersebut terkena tetesan ASI atau susu formula yang diminum sang bayi.

“Anggapan ini keliru, karena kemunculan eksim tersebut karena beberapa faktor risiko, bisa dari dalam, misalnya karena faktor keturunan atau kulit sensitif, dan faktor dari luar, misalnya iritasi,” jelasnya. Lalu pada anak-anak (2-12 tahun) bagian tubuh yang bisa menjadi tempat munculnya eksim pun berbeda.

Pada anak yang sedang belajar merangkak atau baru belajar berjalan, eksim muncul pada bagian tubuh yang mengalami tekanan, seperti lutut dan siku. Setelah beranjak dewasa, muncul sebaliknya, yakni pada bagian dalam atau lipatan pada lutut dan siku. Adapun pada orang dewasa, eksim biasanya muncul pada area kaki, termasuk lipatan lutut.

Gejala eksim adalah gatal-gatal, pada bayi, ia akan rewel, yang terkadang bisa sampai mengganggu tidurnya. Tandanya, muncul ruam kemerahan, kadang-kadang permukaanya berair. Pada kelainan kulit kronis, kulit akan mengering, teksturnya lebih jelas atau kasar, serta berwarna lebih gelap. Bagaimana dengan faktor risiko pencetusnya?

Radityastuti menjelaskan, ada dua faktor, yakni dari dalam (endogen) dan dari luar (eksogen). Faktor endogen antara lain genetik atau keturunan, kulit yang sensitif atau kering, gangguan sistem imun dan psikis (stress). Sementara faktor eksogen bisa karena iritasi atau alergen; yang didapat dari sesuatu yang dihirup ataupun dari makanan.

Misalnya alergi terhadap debu atau alergi makanan laut seperti udang. Radityastuti mengungkapkan, faktor endogen karena stres yang menyebabkan munculnya eksim cukup sering dijumpai pada anak-anak. Misalnya stres karena akan menghadapi ujian, biasanya memunculkan eksim pada kulitnya.

Pengobatan dan Pencegahan

Eksim kronis bisa menyebabkan kambuhan. Eksim bisa sewaktu-waktu kambuh apabila penderitanya tidak bisa mengendalikan faktor pencetusnya. Hal tersebut terjadi karena tidak semua orang yang pernah memiliki eksim, tahu faktor yang menyebabkan penyakit kulit itu kambuh.

Tetapi kalau diketahui penyebabnya, eksim akan terkendali dan tidak kambuhan. Namun perlu dicatat, yang menjadi faktor pencetus tersebut, termasuk hal-hal yang mengandung faktor alergen.

Misalnya alergi terhadap udang. Maka makanan atau bahan makanan yang mengandung udang, seperti terasi, juga harus dihindari. Bila Anda menderita eksim, meskipun tidak menular, menggaruknya hanya akan menyebabkan infeksi sekunder atau luka semakin melebar.

Karena itu, salah satu terapi yang diberikan adalah salep atau obat antihistamin, untuk mengurangi rasa gatal tersebut. Karena kondisi kulit eksim cenderung kering, Anda disarankan untuk mengoleskan lotion pelembab kulit. Hal itu juga berfungsi untuk mengurangi kambuh.

Bisa juga dengan mengoleskan salep jenis kortikosteroid, namun hal ini tergantung dari usia dan jenis kelainan kulitnya. Apabila masih terasa gatal, jangan menggaruknya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penting bagi pasien untuk menghindari faktor pencetusnya.

Dan untuk perawatan sehari-hari, sebaiknya selalu gunakan pelembab kulit, minimal dua kali sehari, dan waktu pemberian yang paling baik adalah setelah mandi. Apabila eksim tidak terlalu parah, bisa sembuh dengan rutin mengoleskan pelembab kulit. (Irma Mutiara Manggia- 49)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar