Usir Stretch Mark saat Stadium Dini

Melihat kemunculan stretch mark pada bagian tubuh tertentu, ugh rasanya cukup membuat kesal atau tidak percaya diri karena mengganggu penampilan. Terutama bagi kaum perempuan, stretch mark atau dalam bahasa kedokteran disebut striae, munculnya bisa tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan pria.

Stretch mark sangat umum dijumpai pada usia antara lima hingga 50-an tahun, dan banyak dijumpai pada masa puber. Khusus bagi perempuan, memiliki 70% kemungkinan kemunculan stretch mark selama masa kehamilan.

Dr Lewie Suryaatmadja SpKK(K) menjelaskan, ada dua jenis striae yang umum terjadi. Pertama, striae distensae atau stretch mark yang melebar, terjadi akibat dari rusaknya jaringan ikat yang mengalami dermal atrofi atau berkerut; rusaknya dermal kulit.

Kedua, striae gravidarum yang muncul selama masa kehamilan. Pada wanita hamil, striae biasanya dijumpai pada kehamilan trimester terakhir. Hal tersebut juga berhubungan dengan peningkatan berat badan dan bayi dengan berat badan yang tinggi.

“Striae gravidarum memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya iritasi, karena terangsangnya kulit selama proses persalinan,” jelas Lewie. Banyak faktor yang memengaruhi kemunculan striae, bisa karena faktor hormon, stres mekanik, dan genetik.

Bisa juga karena penggunaan obat yang mengandung kortikosteroid. Misalnya menggunakan obat pemutih kulit yang mengandung kortikosteroid, yang secara instan bisa membuat kulit putih, namun efek sampingnya adalah kemunculan stretch mark pada area yang dioleskan obat tersebut. “Selama masa pubertas, striae bisa muncul cepat pada perubahan tubuh dari kurus ke gemuk, atau sebaliknya.

Pada perempuan, biasanya muncul pada area dada, paha, pinggul, dan pantat. Kalau pada laki-laki biasanya pada bahu, pinggang bawah, dan paha,” jelas Lewie. Striae jarang muncul pada bagian perut, lengan atas, leher, dan ketiak.

Pengobatan

Striae biasanya muncul lebih dari satu lokasi, simetris (ada di kanan dan kiri), memiliki batas yang tegas seperti garis-garis berkerut yang melekuklekuk. Sebelum tampil berupa garisgaris putih, awal kemunculan striae berupa garis-garis merah (striae rubra) yang sedikit menonjol dari permukaan kulit.

Seiring berjalannya waktu, garisgaris merah tersebut berubah warna menjadi memucat dan menjadi agak cekung, berkerut, dan berwarna putih (striae alba). Tak kalah penting untuk Anda ketahui, kemunculan awal striae tidak disertai gejala apa pun. Tidak ada rasa gatal ataupun nyeri.

Ada jenis kelainan yang mirip dengan striae, yakni elastosis striae. Bedanya dengan striae alias stretch mark, elastosis striae memiliki garis-garis menyerupai pita yang warnanya kekuningan dan sedikit kasar, yang terdapat pada bagian perut bawah.

Meskipun bisa terjadi pada usia muda, elastosis striae biasanya terjadi pada pria lansia (di atas 60 tahun). Lewie menegaskan, stretch mark tidak membahayakan kesehatan Anda, bukan pula sebuah penyakit yang harus disembuhkan atau dihilangkan.

“Sama seperti kemunculan jerawat, stretch mark hanya masalah estetik, orang mendatangi dokter biasanya karena alasan kosmetik; mengganggu penampilan dan tidak percaya diri dengan adanya stretch mark,” jelas Lewie.

Pengobatan striae bukan untuk menghilangkan sama sekali, tetapi untuk perbaikan. Pada stadium dini, striae diobati dengan asam retinoat atau gabungan asam retinoat dengan asam glikolat atau gabungan serum vitamin C dengan asam glikolat, atau dengan beberapa jenis terapi laser.

Lewie mengatakan, paling mudah untuk memperbaiki stretch mark ketika masih awal terbentuk, yang berupa garis merah (striae rubra), sedikit sulit bila telah berubah warna menjadi keabu-abuan, dan bila garis-garis sudah berubah menjadi putih (striae alba), sudah sangat sulit atau tidak bisa dihilangkan. (Irma Mutiara Manggia-49)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar