Lima Koridor Baru Dibuka Bertahap

SM/Hendra Setiawan : MENUNGGU BUS : Sejumlah calon penumpang menunggu BRT Trans Semarang di Selter Simpanglima, kemarin. (48)
SM/Hendra Setiawan : MENUNGGU BUS : Sejumlah calon penumpang menunggu BRT Trans Semarang di Selter Simpanglima, kemarin. (48)

SEMARANG - Saat ini, BLU Trans Semarang sudah memiliki tujuh koridor yang beroperasi. Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan meningkatkan jangkauan, lima koridor lagi akan ditambah secara bertahap.

Ditargetkan 12 koridor operasional pada 2021. Terdekat, yakni Koridor VIII dengan rute Cangkiran-Gunungpati-Kalibanteng-Jl Pemuda. Koridor 8 akan menggunakan 18 unit bus. Direncanakan akan mulai beroperasi pada Desember 2019. Dengan tarif Umum Rp 3.500 dan pelajar/mahasiswa Rp 1.000. ’’Sesuai dengan harapan kami untuk menjangkau hingga ke daerah pinggir Kota Semarang. Dengan demikian, masyarakat bisa menikmati layanan transportasi massal dalam bepergian dengan biaya yang terjangkau,’’ ujar Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawa, kemarin.

Selain menambah koridor, BRT Trans Semarang juga berencana mengembangkan empat koridor feeder atau angkutan penumpang pada Mei 2019. Koridor feeder 1 akan beroperasional 22 unit dan hingga 2021 direncanakan sudah empat feeder berjalan. ”Banyak wilayah perkampungan dan perumahan yang tidak mempunyai kualitas lebar jalan yang memenuhi syarat untuk dilewati BRT. Karena itu, kami berencana mengembangkan feeder,” tambah dia.

Armada feeder itu, yakni kendaraan seperti mobil minibus long chasis yang diharapkan bisa menjangkau kawasan permukiman. Selama ini, tidak bisa dilalui armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. ’’Nantinya, seluruh armada baru menggunakan sistem bahan bakar Compress Natural Gass (CGN). Bahan bakar gas dipadukan dengan bahan bakar solar dengan perbandingan 70 : 30. Tahun ini akan diterapkan lebih dulu di 72 unit BRT yang telah beroperasi,’’ papar Ade. (K18-48)


Berita Terkait
Loading...
Komentar