Bra Tepat, Payudara Sehat

Topik mengenai payudara selalu menarik untuk dibahas. Bukan dari segi negatifnya, melainkan dari sisi kesehatan. Di mana yang dianggap turut berperan dalam kesehatan payudara adalah bra. Banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai bra dan kesehatan payudara. Supaya tidak salah, mari kita telusuri apa saja mitos-mitos.

Pertama, tidur sebaiknya tidak memakai bra karena bisa memicu kanker payudara. Dr Yan Wisnu SpB(K)-ONK, ahli bedah onkologi RSUP dr Kariadi Semarang menjelaskan, tidak ada kaitan antara mengenakan bra atau tidak mengenakan bra ketika tidur dengan kanker payudara.

“Tidak mengenakan bra pada saat tidur lebih kepada untuk kenyamanan, relaksasi. Tetap memakai atau tidak, tergantung pada kenyamanan masing-masing,” jelas Wisnu.

Sebaliknya, bila tetap mengenakan bra pada saat tidur, juga tidak lantas membuat payudara tetap kencang, karena tidak ada berpengaruh terhadap kekencangan ligamen payudara.

Dua, jarang mengenakan bra bisa membuat payudara kendur. Wisnu menjelaskan, struktur penggantung atau ligamen payudara bisa tegak bila dindingnya kuat.

Bra berfungsi untuk membantu struktur dinding tersebut berdiri tegak, namun secara ilmiah tidak ada kaitan langsung antara jarang mengenakan bra dan kekenduran payudara kendur. Secara usia, semakin tua umur seorang wanita, struktur penggantung payudaranya akan mengendur.

Namun hal tersebut bersifat alami, bukan karena faktor bra. Tiga, mengenakan bra yang terlalu pas bisa menyebabkan sakit atau nyeri pinggang, terutama bila yang memasang pengaitnya hingga tinggi pada bagian punggungnya.

Mengenakan bra yang pas-pasan otomatis membuat payudara tidak nyaman, tertekan, dan bagi yang memiliki alergi, bisa timbul ruam merah pada kulit.

Sementara yang membuat nyeri pinggang, bukan karena pengait atau ukuran bra yang terlalu pas, tapi volume dari payudara. Biasanya wanita yang memiliki payudara berukuran besar sering mengeluhkan nyeri punggung, meski tidak semuanya.

Empat, mengenakan bra berkawat bisa memicu kanker payudara. “Material metal pada kawat bra dikatakan bisa memancarkan radiasi, sehingga bisa memicu kanker payudara. Hal ini tidak benar.

Meskipun kawat pada bra menggunakan bahan metal, bukan berarti bisa memancarkan radiasi. Bra berkawat aman dikenakan.

Pengaruhnya hanya pada kenyamanan. Bila dikenakan terlalu lama, payudara akan terasa tertekan,” jelas Wisnu.

Lima, rokok bisa merusak elastisitas payudara. Secara ilmiah hal tersebut tidak terbukti. Toksin pada rokok mengandung bahan-bahan yang merusak saluran ASI, terjadi pelebaran saluran ASI, pada wanita menyusui.

Kondisi tersebut dikenal dengan istilah duct ectasia; yakni kondisi kerusakan jinak (benign) payudara, yang mana lactiferous duct terhalang atau buntu. Meskipun begitu, merokok sangat tidak disarankan karena merupakan salah satu faktor pemicu kanker payudara.

Merawat Payudara

Kanker payudara merupakan kanker yang menghantui para perempuan. Ada risiko yang tidak bisa dihindari dan ada yang bisa dihindari. Yang tidak bisa dihindari adalah riwayat atau keturunan secara genetik.

Adapun yang bisa dihindari adalah pemicunya, seperti rokok, minuman beralkohol, obesitas, stres, makanan tidak sehat, dan penggunaan obat-obatan terapi hormon.

Selain bisa memeriksa sendiri di rumah, Anda juga bisa secara rutin memeriksakan payudara, terutama bila telah berusia di atas 40 tahun dan memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara.

Anda bisa melakukan mammogram, MRI, dan USG yang dinilai paling efektif. Mengenakan bra yang sesuai penting untuk menjaga kenyamanan payudara.

Misalnya dari segi ukuran lingkar dan cup yang pas, memilih bahan yang nyaman di kulit atau menyerap keringat, dan tidak lupa, kenakan bra sesuai dengan fungsinya. Misalnya mengenakan sports bra ketika sedang berolahraga. Bila Anda merasa payudara kanan dan kiri memiliki ukuran tidak sama, menurut Wisnu, hal tersebut wajar.

Beberapa wanita memang memiliki ukurang payudara kanan dan kiri yang berbeda. “Kalau perbedaannya (ukuran) tidak signigfikan, ya tidak masalah. Tapi kalau perbedaannya mencolok, Anda wajib memeriksakan diri ke dokter,” tuturnya. (Irma Mutiara Manggia-49)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar