JJLS Terkendala Ganti Rugi Lahan

KEBUMEN - Proyek jaringan jalan lintas selatan (JJLS) dari barat jembatan Wawar Mirit di perbatasan Purworejo hingga pertigaan jalan menuju Pantai Suwuk Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kebumen selesai tahun ini. Namun, kelanjutan proyek tersebut masih terkendala ganti rugi lahan.

Dari sebesar Rp 56 miliar yang dialokasikan dalam APBD Perubahan 2018 untuk pembebasan lahan, sebagian besar dialokasikan untuk penanganan jalan lingkar utara serta kawasan industri di pesisir pantai selatan. Sedangkan untuk JJLS ditiadakan. Kalangan DPRD Kabupaten Kebumen pun mempertanyakan kelanjutan mega proyek yang ditangani pusat itu.

Terlebih, selama ini pemkab ikut berkontribusi dalam sharing ganti rugi lahan dengan pemerintah provinsi 50 persen ; 50 persen. ìKalau kelanjutannya terkendala ganti rugi lahan, maka kami mempertanyakan konsistensi pemkab untuk mendorong suksesnya proyek JJLS tersebut,” tandas Anggota DPRD Kebumen Akhmad Khaeroni yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/9).

Saat ini diketahui, pembangunan JJLS dari barat jembatan Wawar Mirit hingga pertigaan jalan di Tambakmulyo Puring sepanjang 34,4 km telah selesai. Bahkan saat Lebaran 2018 telah digunakan pemudik. Dan JJLS menjadi primadona masyarakat. Jalan seperti ring road itu mampu memperlancar akses antar daerah.

Daya Tarik

“Dan masyarakat sangat menanti penyelesaiannya jalan tersebut,” imbuhnya.

Keberadaannya yang melintasi kawasan strategis nasional di wilayah Urut Sewu itu juga menjadi daya tarik tersendiri dalam menyongsong adanya bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo. Sebagai daerah yang ketempatan proyek JJLS, kata Akhmad Khaeroni, sudah semestinya pemkab mendukung secara total. “Begitu juga masyarakatnya karena dampak dari adanya proyek tersebut untuk peningkatan perekonomian daerah,” terang pria yang akrab disapa Roni itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen Slamet Mustolkhah mengakui belum ada alokasi anggaran untuk ganti rugi lahan kelanjutan proyek JJLS. Di mana setelah menyelesaikan proyek dari Mirit-Puring, masih dilanjutkan ke Karangbolong - Jladri di Kecamatan Buayan. Hanya saja, kelanjutan proyek JJLS sampai jembatan Bodo Ayah menuju perbatasan Cilacap itu terkendala ganti rugi lahan. “Untuk ganti rugi lahan pada pekerjaan sebelumnya, dari pemkab sudah melebihi sharing 50 persen. Sementara pemerintah provinsi mengaku tidak ada dana untuk memenuhinya,” terang Slamet.

Pekerjaan sebelumnya dari barat jembatan Wawar Mirit-Tambakmulyo Puring sepanjang 38,4 km itu juga terdapat pembangunan jembatan Muara Sungai Lukulo di batas Kecamatan Klirong- Buluspesantren. Jembatan tersebut sepanjang 180 meter dan lebar 7 meter.(K5- 36)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar