Kenali Gejala Flu Perut pada Anak

Jika buah hati yang biasanya ceria tiba-tiba rewel dan menangis akibat diare, muntah atau dehidrasi, tentu membuat orang tua sedih dan was-was. Sakit apa yang kira-kira mereka alami? Tidak hanya dialami orang dewasa, gastroenteritis pun bisa dialami oleh anak kecil.

Apa itu gastroenteritis? Dr Ninung Rose Diana K MSi Med SpAK dari RSUP dr Kariadi Semarang menjelaskan, gastroenteritis adalah infeksi saluran cerna, yang penyebabnya bisa karena virus ataupun bakteri. Orang awam kadang mengenalnya dengan istilah ”flu perut”.

”Sebenarnya tidak ada hubungannya dengan flu, flu juga bukan salah satu gejala dari penyakit ini. Flu sendiri merupakan infeksi yang mengenai saluran nafas. Tetapi istilah flu perut banyak digunakan untuk gastroenteritis,” jelas Ninung. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyebab gastroenteritis bisa karena virus atau bakteri. Bisa juga karena keracunan makanan.

Makanan yang sudah terkontaminasi mikroba, misalnya dari jenis bakteri Campylobacter, Salmonella, Shigella, dan E coli. Toksin yang diproduksi bakteri itu bisa menyebabkan keracunan makanan. Adapun kelompok lain dari mikroba, yakni parasit, juga bisa menyebabkan keracunan makanan. Bila anak terkena gastroenteritis, apa saja gejalanya?

Gejala utamanya ia akan mengalami diare. Kadang diare yang disertai mual dan muntah. Anak dikatakan diare bila ia BAB cair dan minimal dialami tiga kali dalam 24 jam disertai perubahan konsistensi menjadi lebih cair.

Darah dan lendir terkadang juga terdapat didalam tinja. Selain itu, anak akan mengalami kram atau nyeri abdomen (perut), suhu tubuhnya tinggi (demam), sakit kepala, dan rasa sakit anggota badan lainnya yang menyertai. Gastroenteritis ringan biasanya akan membaik sendiri dalam beberapa hari tanpa terapi atau pemberian obat. Kalaupun mengalami muntah, biasanya hanya berlangsung satu hingga dua hari (atau lebih dari dua hari).

Diare pun masih bisa berlanjut setelah muntah berhenti, yang biasanya berlangsung antara lima hingga tujuh hari. BAB yang encer biasanya terjadi seminggu atau lebih sebelum kembali pada tekstur normal.

Dehidrasi

Salah satu gejala yang harus diketahui orang tua adalah dehidrasi. Diare dan muntah bisa membuat sang buah hati dehidrasi, karena ia kekurangan cairan dalam tubuhnya. Dehidrasi ringan biasanya memang menyertai gastroenteritis dan akan cepat membaik dengan pemberian banyak cairan.

Yang berbahaya adalah dehidrasi berat. Bila tidak segera ditangani bisa berakibat fatal, karena organ-organ tubuh membutuhkan sejumlah cairan supaya bisa berfungsi secara normal. Bagaimana mengenali tandatanda dehidrasi pada sang anak?

Secara umum ia akan sedikit atau kurang buang air kecil. Mulut, lidah, dan bibirnya kering, air matanya sedikit saat menangis, mata cekung, badan lemah, lesu, dan mudah marah. Adapun tanda-tanda dari dehidrasi berat, anak terlihat selalu mengantuk, kulit pucat, tidak buang air kecil yang ditandai dari popok yang kering, serta nafas yang cepat.

Dehidrasi pada gastroenteritis lebih mungkin terjadi pada bayi atau anak yang usianya dibawah satu tahun, di bawah usia satu tahun dengan berat lahir rendah, telah berhenti ASI ketika ia menderita gastroenteritis, tidak segera mendapat banyak cairan ketika mengalami gastroenteritis, serta diare dan muntah berat, terutama bila diare terjadi lebih dari enam kali dan muntah lebih dari tiga kali dalam kurun 24 jam.

Bila gastroenteritis muncul dengan gejala yang ringan dan anak segera diberi banyak cairan, cenderung akan membaik selama beberapa hari. Ninung mengatakan, segera bawa anak Anda ke dokter atau rumah sakit apabila muncul tanda dehidrasi dan asupan makanan tidak bisa masuk.

Atau bila usia anak Anda di bawah enam bulan atau memiliki riwayat kelahiran prematur, mengalami sakit perut parah, demam dengan suhu badan tinggi, terdapat darah dalam diare atau muntah, anak mengantuk atau bingung.

”Terapi yang utama untuk mengatasi dehidrasinya. Bila penyebabnya bakteri, dokter akan memberi obat antibakteri,” tutur Ninung. Adapun untuk mencegah gastroenteritis, Ninung mengatakan yang paling utama adalah menjaga kehigienisan sanitasi dan lingkungan keseharian yang bersih, seperti mencuci tangan. Baik setiap sebelum dan sesudah makan, sesudah dari toilet, bahkan setelah mengganti popok anak Anda. (Irma Mutiara Manggia-49)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar