PDAM Siapkan Tiga Skema Pembiayaan

PDAM Tirta Moedal menyiapkan tiga skema pembiayaan untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatisari, Mijen dan SPAM Pudakpayung, Banyumanik. Pertama, pembiayaan sendiri, kedua business to business, ketiga loan bank atau kredit tanpa agunan.

Pjs Dirut PDAM Tirta Moedal, Farchan menjelaskan, untuk skema pembiayaan SPAM Semarang Barat sudah ditetapkan. Saat ini tinggal mencari formula yang tepat untuk pembiayaan pembangunan SPAM Jatisari dan Pudakpayung. Ini akan segera kami putuskan. ’’Kami cenderung memilih business to business dan loan bank. Adanya kerja sama dengan pihak ketiga akan lebih meringankan beban PDAM. Adapun, bila nantinya dipilih kredit tanpa agunan, maka akan dicicil selama periode tertentu,’’ kata Farchan, kemarin.

Dia menambahkan, untuk pembangunan bendung dan itake (penangkap air) dibantu dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Kini, tinggal menyiapkan anggaran untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), Reservoir, dan jaringan ke rumah-rumah warga. Seperti diketahui, untuk SPAM Semarang Barat butuh anggaran Rp 1,072 triliun dan ditarget beroperasi 2020. Selain bantuan dari pemerintah pusat, juga menggunakan pembiayaan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Adapun SPAM Pudak Payung biaya investasinya sekitar Rp 30 miliar, sedangkan untuk SPAM Jatisari total biayanya Rp 75,5 miliar. Keduanya ditargetkan beroperasi pada akhir 2019. ’’Bila memilih business to business, bisa kerja sama selama 25 tahun. Jadi, seluruh anggaran pembiayaan diserahkan kepada pihak ketiga. Setelah 25 tahun, baru kami ambil alih dan dikela oleh PDAM. Namun, selama itu, kami akan tetap melakukan pengawasan,’’ ujar Farchan. (fri, K18- 48)


Berita Terkait
Loading...
Komentar