Tambah SPAM, Tambal Kebocoran

FGD Problematika dan Strategi Penyediaan Air Bersih

SM/Irawan Aryanto : PAPARKAN MATERI : Pjs Dirut PDAM Kota Semarang, M Farchan memaparkan gagasannya dalam FGD bertema Penyediaaan Air Bersih PDAM di Kota Semarang, kemarin. (48)
SM/Irawan Aryanto : PAPARKAN MATERI : Pjs Dirut PDAM Kota Semarang, M Farchan memaparkan gagasannya dalam FGD bertema Penyediaaan Air Bersih PDAM di Kota Semarang, kemarin. (48)

PDAM Tirta Moedal bakal membangun dua Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) untuk melengkapi SPAM Semarang Barat. Dua SPAM tersebut yakni SPAM Pudakpayung dan Jatisari.

Hal itu diungkapkan, Pjs Direktur PDAM Tirta Moedal M Farchan dalam acara FGD bertajuk ’’Problematika dan Strategi Penyediaan Air Bersih di Semarang” di Menara Suara Merdeka, Rabu (29/8). ’’Biaya investasi SPAM Pudak Payung sekitar Rp 30 miliar, sedangkan untuk SPAM Jatisari total biayanya Rp 75,5 miliar. Keduanya ditargetkan beroperasi pada akhir 2019,’’kata Farchan.

FGD dibuka Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Agus Toto Widyatmoko. Kemudian acara dimoderatori oleh Pemimpin Redaksi suaramerdeka.com, Setiawan Hendra Kelana.

Peserta terdiri atas berbagai unsur yakni, Ikatan Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan (IATPI) Jateng, Anom Guritno, Dinas PU Kumbino, Rahmulyo Adiwibowo Dalang Utama MIK Semar.

Selain itu Slamet Harianto dari KIP, Ngargono Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K), Ari Purbono DPRD Kota Semarang, Soim BPBD Kota Semarang, serta Benk Mintosih GM Star Hotel.

Lebih lanjut, Farchan merinci kapasitas produksi SPAM Pudak Payung sekitar 100 liter/detik bisa menambah sekitar 5.000 pelanggan. Sementara SPAM Jatisari 200 liter/detik dengan target menambah 16.000 pelanggan.

Hak Pelanggan

Pada sistem di Pudak Payung, pengambilan air baku dan unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) terletak di Kelurahan Pudak Payung dengan sumber air baku dari Sungai Kaligarang. Sementara lokasi unit pengambilan air baku dan IPAJatisari terletak di Kelurahan Jatisari, Mijen dengan sumber air baku dari Sungai Blorong. ’’Pudak Payung melayani area Kecamatan Banyumanik dan Tembalang. Sementara di Jatisari mencakup Kacamatan Mijen juga Ngaliyan. Hingga Juli 2018 ada sekitar 171.286 pelanggan atau sekitar 62 persen,’’imbuhnya.

Farchan menerangkan, untuk progres SPAM Semarang Barat pada Januari 2019 akan dilakukan peletakan batu pertama atau ground breaking. Sistem itu memproduksi air 1.000 liter/detik, dengan target sekitar 60.000-70.000 pelanggan baru. SPAM Semarang Barat memanfaatkan air Waduk Jatibarang, nantinya melayani Kecamatan Tugu, Ngaliyan dan Tugu. Total investasi sekitar Rp 1,2 triliun. Sementara itu, Ngargono menilai PDAM harus memenuhi hak para pelanggan lama dari ketiga proyek SPAM tersebut.

Jangan sampai yang sambungan baru justru didahulukan, misalnya di daerah selatan yang masih zona merah. ’’Bagaimanapun, mereka sudah membayar tarif air PDAM dan telah menjadi pelanggan bertahun-tahun, sehingga harus diberikan haknya tersebut. Jangan sampai kesulitan air bersih karena sering mati, atau air tidak lancar.’’ Ia mengemukakan, selain menambah SPAM, PDAM juga harus menambal kebocoran-kebocoran pipa. Sebab dia sering menemukan kebocoran pipa PDAM di sejumlah titik, namun tidak segera ditangani.

Adapun, Ari Purbono menyatakan, pembebasan lahan SPAM Semarang Barat senilai Rp 100 miliar dinilai menjadi kendala. Sebab, hingga kini anggaran pembebasan tersebut belum dialokasikan.

Dia menambahkan, utang bukanlah salah satu persoalan di PDAM. Pemutihan utang sebesar Rp 492 miliar pada 2016, ternyata hingga kini belum memperlihatkan kinerja yang lebih baik. ’’Ketika utang diputihkan pun, masih terdapat persoalan. Anggaran pembebasan lahan proyek SPAM itu jika tidak diperhatikan maka akan menjadi kendala di tengah jalan,’’ujar Ari. (fri- 48)


Berita Terkait
Loading...
Komentar