• KANAL BERITA

Klopp Akui Wolverhampton Beri Perlawanan Alot

Foto: Action Images via Reuters
Foto: Action Images via Reuters

WOLVERHAMPTON, suaramerdeka.com - Manajer Liverpool, Juergen Klopp mengakui, jika Wolverhampton memberikan perlawanan alot sehingga mengharuskan timnya menjalani laga sulit. Liverpool disebut Klopp dibuat kewalahan dengan permainan Wolverhampton yang amat mengandalkan fisik.

"Kami mencetak gol yang indah, kami punya penguasaan bola yang ciamik, tapi formasi yang diusung Wolves sangatlah bagus. Ya, itu pola untuk serangan balik, tapi dibuat agar oke saat menguasai bola, menggunakan lebar lapangan. Gol (kebobolan) dari serangan balik memang tidak masuk akal ketika Anda unggul 1-0, tapi ya okelah. Kami tidak 100 pesen jelas dengan apa yang ingin kami lakukan, Anda cuma mencoba untuk punya pendekatan optimistis," ungkap Klopp kepada BBC.

Bertandang ke Molineux Stadium, Jumat (24/1) dini hari pada lanjutan pekan ke-24 Liga Inggris, Liverpool unggul lebih dulu via Jordan Henderson, lalu kebobolan melalui gol Raul Jimenez. Menit 84, gol dari Roberto Firmino akhirnya jadi penentu kemenangan Liverpool. Meski menang, Liverpool menyadari betapa alotnya pertandingan.

"Kami mengubah sistem dua atau tiga kali, kami menenangkan situasi di lapangan. Kami sempat punya peluang-peluang luar biasa di babak pertama, kemudian pada akhirnya momen ajaib dari Bobby (Firmino) yang menentukan," sambungnya.

Di laga ini, menebar banyak ancaman dari serangan-serangan cepat dan bola mati. Manajer Wolverhampton Nuno Espirito Santo menekankan sisi lebar lapangan sebagai titik serangan dan sukses merepotkan Liverpool hingga akhirnya mereka kebobolan dari sektor ini. Permainan fisik Wolves juga membuat Liverpool memenangi 60 persen duel-duel sebagaimana dicatat Opta.

Klopp hanya bisa memuji anak-anak asuhnya karena menunjukkan reaksi yang positif. Setiap kali lawan mendapatkan momentum, Henderson dkk bisa meredam. Apresiasi khusus diberikan Klopp kepada Firmino yang menunjukkan kelasnya untuk jadi jalan keluar tim.

"Anak-anak ini juga manusia biasa. Ada sedikit naik-turun. Kami sempat berdiskusi di lapangan, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan. Bola-bola mati atau sedikit sentuhan teknis bisa mengembalikan posisi kami. Wolves sangat kuat, tapi jelas bahwa kami bisa memapankan diri di pertandingan lagi. Anda cuma harus menemukan sebuah cara untuk menang dan punya seseorang yang membuat keputusan sempurna dan itu adalah Bobby," tambah manajer asal Jerman ini.


(Andika Primasiwi, DS/CN26)