• KANAL BERITA

Sarasehan Jurnalistik Ramadan Bisa Antisipasi Beredarnya Hoaks

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi membuka kegiatan Gerakan Santri Menulis 2018 di Unnes, Semarang. (Suaramerdeka.com/ Apit)
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi membuka kegiatan Gerakan Santri Menulis 2018 di Unnes, Semarang. (Suaramerdeka.com/ Apit)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan Gerakan Santri Menulis, Sarasehan Jurnalistik Ramadan 2018 mempunyai tantangan baru, yakni dengan fokus menyikapi kemajuan teknologi informasi dengan berkembangnya media sosial.

"Tantangan hari ini berbeda dengan 4-5 tahun lalu, kalau sebelumnya Suara Merdeka menggugah santri pondok pesantren untuk menulis dengan baik, dan dimuat di media cetak, tapi kali ini fokusnya menyikapi kemajuan teknologi informasi," katanya usai membuka kegiatan tersebut di Universitas Negeri Semarang, Senin (21/5).

Hendrar Prihadi yang juga disapa Hendi itupun menjelaskan, sekarang siapa saja bisa menulis dan dikirimkan atau diunggah di media sosial ataupun media online. Sehingga tulisan ini tidak melalui proses editing, dan langsung bisa dibaca dan dibagikan oleh orang banyak.

"Ini bisa berbahaya jika penulisnya tidak dibekali dengan kemampuan menulis yang baik serta mencari kebenaran informasi tesebut, atau bahkan tidak dilengkapi komitmen menjaga kesatuan NKRI," imbuh Hendi.

Baca Juga: Gerakan Santri Menulis 2018 Resmi Dibuka

Dia menyebut bahwa selama tahun 2017 lalu, data Pusat Komunikasi dan Informasi mencatat ada sebanyak 800 ribu berita hoaks atau bohong yang tersebar di media sosial. Sehingga, hal inilah yang harusnya dikurangi.

"Dari data Pusat Komunikasi dan Informasi di 2017 ada berita hoaks sebanyak 800 ribu, dan ini harus kita kurangi pelan-pelan, salah satunya lewat acara Gerakan Santri Menulis yang dilakukan Suara Merdeka," ucapnya.

Seperti diketahui, Suara Merdeka Network kembali menggelar acara Gerakan Santri Menulis, Sarasehan Jurnalistik Ramadan 2018, yang kali ini dibuka di Universitas Negeri Semarang, Senin (21/5). Acara rutin yang digelar setiap bulan Ramadan ini, sudah memasuki tahun ke-24.

Kegiatan Gerakan Santri Menulis, Sarasehan Jurnalistik Ramadan 2018 ini nantinya juga akan menyanyambangi 15 lokasi di pondok pesantren dan sejumlah kampus yang berada di Jawa Tengah.


(Apit Yulianto/CN41/SM Network)