• KANAL BERITA

Kematian Napi di Rutan Kelas IIB Rembang Harus Diusut Tuntas

Rutan Kelas IIB Rembang menjadi sorotan setelah salah seorang napi yang ada di sana tewas dengan penyebab yang belum bisa dipastikan. (Suaramerdeka.com/ Ilyas al-Musthofa)
Rutan Kelas IIB Rembang menjadi sorotan setelah salah seorang napi yang ada di sana tewas dengan penyebab yang belum bisa dipastikan. (Suaramerdeka.com/ Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Polres Rembang diminta mengusut tuntas kasus kematian narapidana (napi) Rutan Kelas IIB Rembang, bernama Edo Ibnu Darmanto (27), warga Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul Kediri.

Penuntasan penyelidikan kasus tersebut salah satunya untuk memastikan apakah benar ada praktik busuk di dalam Rutan atau tidak. Pasalnya, pihak keluarga menganggap kematian Edo janggal setelah adanya pesan meminta uang dan luka pada bagian mata sebelum tewas.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Pangan dan Kebangsaan Rembang, Munim memiliki dugaan kuat praktik pemalakan dan juga penganiyaan benar adanya terjadi di dalam Rutan Rembang. Penuntasan kasus kematian Edo penting karena menjadi pertaruhan harga diri kepolisian dalam dalam penanganan hukum.

Pihaknya akan terus melakukan pengawalan termasuk memberikan bantuan advokasi kepada pihak keluarga korban. Apalagi, Komisi III DPR-RI juga melakukan pemantauan atas kasus ini.

“SMS adanya pemerasan dan penganiayaan yang diterima keluarga korban, itu bom waktunya. SMS itu menyampaikan seperti apa yang terjadi di dalam Rutan. Ada indikasi paktik busuk di sana. Jika perlu polisi mengumpulkan mantan napi, dimintai keterangan,” terang Munim.

Menurutnya, pernyataan Kepala Rutan yang menyebut Edo tewas karena percobaan bunuh diri adalah sebuah pembelaan saja. Proses hukum yang nanti akan mengungkap jelas apa sesungguhnya yang terjadi di sana.

Sementara itu, salah seorang anggota Komisi A DPRD Rembang yang enggan disebut namanya berasumsi, kasus yang dialami Edo juga dialami oleh para napi baru lainnya. Kebanyakan mereka selalu dipalak saat pertama kali menghuni sel adaptasi.

“Napi baru dimintai sejumlah uang di sel pengenalan. Kalau tidak mampu memberikan, biasanya terjadi aksi penganiayaan. Kami prihatin, dan kasus ini harus dituntaskan agar tidak terulang kembali,” kata dia sambil mewanti-wanti agar tidak disebut namanya.

Meminta Klarifikasi

Ia memastikan, Komisi A akan melakukan kunjungan ke Rutan Kelas IIB Rembang untuk menggali informasi dan klarifikasi atas berbagai kabar buruk yang terjadi di dalam Rutan.

Kasatreskrim Polres Rembang, AKP Kurniawan Daeli mengatakan, hasil otopsi atas jenazah korban sampai saat ini belum keluar. Kepolisian masih melakukan penyelidikan dan akan dinfokan jika sudah ada perkembangan.

Edo dilarikan ke RSUD Rembang dalam kondisi tidak sadar pada Sabtu 21 April 2018. Setelah dirawat, Jumat 27 April 2018 korban tewas. Pihak Rutan menyebut korban dilarikan ke rumah sakit karena percobaan bunuh diri dengan gantung diri.

Namun, informasi dari keluarga menyebutkan korban dipalak uang Rp 2 juta dan dianiaya di dalam Rutan. Keterangan keluarga sekilas sesuai dengan hasil pemeriksaan luar pada jasad korban yang disebut polisi ada luka lebam di bagian mata.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Rembang, Ruspriyatno saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak menjawab.


(Ilyas al-Musthofa/CN33/SM Network)