• KANAL BERITA

Solusi UI Soroti Kasus Meninggalnya Dua Bocah

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Umum Solusi UI Sabrun Jamil juga menyoriti kasus meninggalnya dua anak dari keluarga miskin yang ikut antre di acara pembagian sembako yang diadakan kelompok tertentu di Monas hari Sabtu (28/4) lalu. Menurutnya, Presiden Joko Widodo harusnya memberikan perhatian yang lebih serius. Sebab, selain korban berasal  dari keluarga yang kurang mampu. Masih membludaknya masyarakat miskin yang ikut antre sembako, menunjukkan saat ini negara dalam kondisi krisis ekonomi dan jumlah penduduk miskin semakin banyak.

“Banyaknya kelompok masyarakat yang ikut antre mendapatkan pembagian dua liter beras dan beberapa mi instan seperti yang terjadi di Monas hari Sabtu lalu, menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat turun drastis. Kesejahteraan masyarakat turun drastis. Harusnya Presiden Joko Widodo malu dengan keadaan seperti itu. Apalagi sampai ada peserta masyarakat yang ikut antre, meninggal dunia.. Untuk menutup rasa bersalah dan berdosanya, sudah sepantasnya, Presiden Joko Widodo mendatangi keluarga korban. Memberikan dukungan mental dan moral, Memberikan bantuan ekonomi. Dan Memberikan perlindungan hukum. Bukan sebaliknya,” papar Sabrun Jamil

Sebaliknya, kepada aparat penegak hukum, Sabrun Jamil berpesan, sebelum mendapatkan hasil pemeriksaan medis, tidak mengambil kesimpulan sendiri. Apapun penyebab dari kematian tersebut, harus berdasarkan pemeriksaaan media. Bukan berdasarkan asumsi atau common sense.

“Jangan sampai karena ingin melindungi kelompok tertentu,  menghalangi kebenaran. Membuat kesimpulan sendiri tanpa pemeriksaan medis. Padahal orang tua si anak sudah memberikan kesaksian bahwa anaknya meninggalkan akibat ikut antre bukan karena sakit. Nah harusnya aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan atau melakukan visum. Sebaliknya, jika pihak panitia penyelenggaraan pembagian sembako lalai sehingga timbul korban nyawa, maka aparat penegak hukum harus segera memeriksa dan meminta pertanggungjawaban pihak panitia khususnya ketua panitia pelaksana acara tersebut. Dari manapun ketua panitia itu berasal. Hukum harus ditegakkan dengan adil,” pinta Sabrun Jamil


(Budi Nugraha/CN26/SM Network)