• KANAL BERITA

Mempersiapkan Dokumen SPT Tahunan

Oleh: Judi Budiman

foto: suaramerdeka.com/dok
foto: suaramerdeka.com/dok

MENJELANG akhir tahun seperti ini tentu para wajib pajak ada baiknya mulai menginfentarisasi kira-kira dokumen-dokumen apa yang sekiranya diperlukan dalam rangka penyampaian SPT tahunan. Sebab jika tidak diantisipasi jauh hari ada kemungkinan akan mengganggu ketelitian dan akurasi data-data yang diperlukan. Tentu kita tidak ingin hal itu terjadi karena bisa mengakibatkan penyajian data yang keliru, sehingga akan menambah pekerjaan yang sebenarnya bisa dihindari sebelumnya.

Penyampaian SPT tahunan 2019 paling telat harus disampaikan akhir bulan ke empat tahun berikutnya, atau nanti akhir april tahun 2020. Meskipun waktunya masih agak panjang, namun sudah ada beberapa pertanyaan yang menyinggung tentang dokumen-dokumen yang diperlukan untuk penyampaian SPT tahunan dimaksud. Mungkin dokumen-dokumen yang perlu ada sudah tersedia namun diperlukan pengorganisasian dan pengidentifikasian data agar dapat digunakan secara lebih mudah dan lebih sesuai dengan keperluan.

Untuk bagian pertama ini saya akan hal yang paling pokok dulu, apa itu? Hal yang paling pokok dalam penyampaian SPT tahunan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan ini penting dalam rangka melihat kinerja perusahaan, melihat posisi keuangan perusahaan, melihat perubahan harta yang dimiliki perusahaan berikut cara penyusutannya. Informasi dalam Laporan keuangan biasanya di dalam perusahaan sudah melalui proses yang tersistematisasi melalui program-program komputer yang sudah disesuaikan dengan karakteristik perusahaan masing-masing. Laporan keuangan ini nantinya akan dilampirkan dalam SPT tahunan badan.

Laporan Keuangan

Pada pasal 1 butir 29 (29) UU KUP, diartikan bahwa Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode Tahun Pajak tersebut.

Dari apa yang sudah disebutkan dalam Undang undang tersebut, di mana laporan keuangan yang harus dilampirkan dalam SPT tahunan badan paling tidak harus memuat informasi tentang jumlah harta, jumlah kewajiban/hutang, jumlah modal, jumlah penghasilan, serta jumlah biaya-biaya yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun pajak. Perlu diingat juga tahun pajak di sini sama dengan tahun takwim yakni 1 Januari sampai dengan 31 Desember. Laporan keuangan yang memuat informasi-informasi tersebut adalah dikenal dengan laporan keuangan Laba-Rugi dan Neraca.

Dengan demikian laporan keuangan laba-rugi dan neraca adalah hal yang paling utama harus disiapkan untuk disertakan dalam lampiran SPT tahunan badan. Namun demikian untuk melengkapi informasi dalam laporan keuangan dimaksud wajib pajak diwajibkan pula untuk melampirkan daftar harta yang dimiliki perusahaan berikut penyusutannya sesuai dengan metode penyusutan yang digunakan perusahaan.

TP Doc

Selain SPT berikut lampiran yang harus disertakan, perusahaan yang memiliki transaksi-transaksi dengan perusahaan afiliasi sesuai dengan PMK 213/PMK.03/2016 perusahaan diwajibkan mendokumentasikan TP Doc. Terkait dengan TPDoc ini kami akan membahas pada sesion-sesion berikutnya. Terimakasih semoga bermanfaat.

Judi Budiman MSc SE Akt CA ACPA BKP, Ketua Pusat Solusi Pajak Kadin Jateng


(Red/CN40/SM Network)

Komentar