• KANAL BERITA

Kemenag Demak Bantu 700 Warga Korban Banjir

SALURKAN BANTUAN : Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Demak, H Muhaimin menyalurkan bantuan kepada warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur yang terdampak banjir. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)
SALURKAN BANTUAN : Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Demak, H Muhaimin menyalurkan bantuan kepada warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur yang terdampak banjir. (suaramerdeka.com/Hasan Hamid)

DEMAK, suaramerdeka.com - Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Demak menyalurkan bantuan sebanyak 7 ton beras kepada korban banjir di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Jumat (24/1).

Bantuan yang diberikan Kepala Kantor Kemenag, H Muhaimin bersamaan dengan program Jumat Keliling (Jumling) yang dilangsungkan di masjid Masjid  Raudlatul Jannah Dukuh Gobang Desa Trimulyo. Turut hadir Camat Guntur Ali Mahbub, Kepala Desa Trimulyo, Suwandi, Kepala KUA Guntur, para pengawas dan penyuluh keagamaan.

Selain beras, bantuan yang berasal dari unit pengumpul zakat Kantor Kemenag Demak itu berupa 7 kuintal gula pasir, 7 kuintal minyak goreng dan 700 pak teh.

"Bantuan ini sebagai wujud empati kami terhadap warga terdampak banjir yang kami berikan kepada 700 keluarga," kata Kakemenag Demak H Muhaimain.

Para penerima terdiri atas 698 warga Dukuh Solowere sejumlah 357 keluarga, kemudian Dukuh Solondoko 96 keluarga dan Dukuh Gobang 247 keluarga.
Masing-masing keluarga mendapatkan 1 paket yang berisi 10 kilogram beras, 1 kilogram gula, 1 liter minyak goreng dan 1 pak teh.

Dia menambahkan, kegiatan kemanusiaan tersebut dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-74 tahun 2020.
Bukan hanya kepada warga terdampak banjir, Kantor Kementerian Agama melalui Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Kabupaten Demak juga memberikan bantuan kepada 3 masjid dan 13 mushala yang terkena banjir. Bantuan berupa karpet masing-masing dua shaf.

Adapun terhadap 84 sabilillah atau mereka yang berjuang di jalan Allah Swt seperti guru ngaji, merbat dan lainnya menadapat bantuan masing-masing satu paket sarung dan mukena.

Sementara itu, Camat Guntur Ali Mahbub menyampaikan, banjir yang menimpa di Desa Trimulyo memang sudah surut tetapi masyarakat masih harus berjuang untuk memulihkan rumah dan lingkungan sekitar. Mengingat, banjir akibat jebolnya tanggul Kali Tuntang menyisakan lumpur cukup tebal.


(Hasan Hamid/CN39/SM Network)