• KANAL BERITA

Arak-Arakan Seperti Raja Zaman Dulu

Prosesi HUT Pemalang

PROSESI HARI JADI: Arak-arakan bak dalam kerajaan dulu menandai prosesi kirab pataka Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke 445.(suaramerdeka.com/Saiful Bachri)
PROSESI HARI JADI: Arak-arakan bak dalam kerajaan dulu menandai prosesi kirab pataka Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke 445.(suaramerdeka.com/Saiful Bachri)

PEMALANG, suaramerdeka.com - Prosesi peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke 445 hari ini (Jumat 24/1) dilakukan dengan arak-arakan seperti raja zaman kerajaan dulu.

Acara tersebut berlangsung meriah. Para kepala SKPD, Camat, Kades, Lurah mengenakan pakaian adat Jawa sesuai kedudukannya. Ada yang ber beskap lengkap, namun ada yang hanya mengenakan setelan hitam-hitam dan berikat kepala. Sementara kereta kencana yang dinaiki Wakil Bupati Martono dan Ketua DPRD Agus Sukoco dikawal para punggowo 'patangpuluhan' dan jawara-jawara bak zaman kerajaan dulu.

Kirab Pataka dan Bendera Merah Putih atau arak-arakan itu berjalan dari Makam Benowo sampai ke Pendopo Kabupaten berjarak sekitar 9 kilometer. Warga masyarakat dan para pelajar pun menyaksikan prosesi itu dengan suka cita di pinggir-pinggir jalan.

"Ini bukan arak-arakan raja, tidak ada raja di Pemalang, kami hanya melestarikan budaya bangsa Indonesia dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pemalang," kata Wabup Pemalang Martono usai prosesi.

Sementara Ketua DPRD Agus Sukoco berpesan kepada masyarakat, agar jangan sampai meninggalkan sejarah bangsa dan daerah sendiri. Melalui kirab Hari Jadi diharapkan masyarakat sadar lebih sadar mengutamakan kegotongroyongan untuk kesejahteraan bersama.

""Bukan raja rajaan, ini hanya untuk menguri uri. Masyarakat juga jangan ikut-ikutan mendirikan kerajaan seperti yang sudah terjadi seperti yang diberitakan akhir-akhir ini," ujar Agus Sukoco.

Kirab dimulai pukul 08.00 dan selesai menjelang Salat Jumat


(Saiful Bachri/CN19/SM Network)