• KANAL BERITA

Tarif Parkir di Lampion Imlek Sesuai Zona

BUNDARAN TUGU : Warga memadati bundaran Pasar Gede untuk menikmati nyala lampion Imlek. (suaramerdeka.com / Yoma Times Suryadi)
BUNDARAN TUGU : Warga memadati bundaran Pasar Gede untuk menikmati nyala lampion Imlek. (suaramerdeka.com / Yoma Times Suryadi)

SOLO, suaramerdeka.com - Pemkot Surakarta meminta para juru parkir di lokasi penyalaan lampion Imlek menarik biaya parkir sesuai zona . Jika jukir melakukan pelanggaran, Pemkot siap mengambil tindakan tegas. "Kami sudah menyampaikan prosedur pelaksanaan parkir di kawasan Pasar Gede selama perayaan Imlek berlangsung. Zona parkir diterapkan adalah zona C dan D," kata Kabid Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Henry Satya Nagara, Kamis (23/1).

Menurut dia, Zona C diberlakukan di Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan RE Martadinata. Adapun Zona D diberlakukan di sejumlah ruas jalan lain, seperti Jalan Arifin dan Jalan Pasar Gede. Zona C diberlakukan untuk motor adalah Rp 2.000 dan mobil Rp 3.000 per jam, adapun di Zona D tarif parkir motor adalah Rp 1.500 dan mobil Rp 2.000 per jam.

"Jika ada pelanggaran, silakan masyarakat melaporkannya kepada kami dengan disertai bukti-bukti pendukung. Kalau laporan pelanggaran tersebut memang terbukti, tentu akan kami tindaklanjuti."

Sebagaimana diketahui, sebanyak 5.500 lampion Imlek sudah dinyalakan Panitia SIF 2020 di Jalan Jenderal Sudirman dan kawasan Pasar Gede sejak beberapa hari terakhir. Beberapa ruas jalan di sekitar lokasi penyalaan lampion saat ini dijadikan kantong parkir, seperti Jalan Arifin, Jalan RE Martadinata, Jalan Pasar Gede dan Jalan Urip Sumoharjo.

Henry menjelaskan, tarif parkir yang berlaku di ruas-ruas jalan tersebut adalah Zona C dan D. Zona C diterapkan di Jalan RE Martadinata dan Jalan Urip Sumoharjo, adapun Zona D diberlakukan di Jalan Arifin dan Jalan Pasar Gede. Di Zona C tarif untuk sekali parkir adalah Rp 2.000 (motor) dan Rp 3.000 (mobil), sementara Zona D memberlakukan tarif Rp 1.500 (motor) dan Rp 2.000 (mobil). Tarif tersebut berlaku untuk satu jam pertama dan bersifat progresif.

"Selama Imlek berlangsung, kami sudah menerbitkan 175 kartu pengenal tambahan bagi jukir. Mereka beroperasi mulai pukul 18.00-24.00, sesuai jadwal penyalaan lampion. Untuk pagi hingga sore hari, jukir yang bertugas adalah jukir reguler," katanya.

Penerbitan kartu pengenal tambahan penting, kata dia, mengingat selama berlangsungnya perayaan Imlek bermunculan area-area parkir dadakan di beberapa titik. "Ini menjadi bentuk pengendalian parkir di lokasi tersebut oleh kami," tandasnya.


(Agustinus Ariawan/CN26/SM Network)