• KANAL BERITA

Taman Pancasila Dibongkar, Pedagang Telantar

RUSAK TERTIMPA POHON : Dua pedagang mengumpulkan barang-barang dagangannya rusak akibat tertimpa pohon di Taman Pancasila Kota Tegal. (suaramerdeka.com/Dwi Putro GD)
RUSAK TERTIMPA POHON : Dua pedagang mengumpulkan barang-barang dagangannya rusak akibat tertimpa pohon di Taman Pancasila Kota Tegal. (suaramerdeka.com/Dwi Putro GD)

TEGAL, suaramerdeka.com - Seratusan pedagang Taman Pancasila di depan Stasiun Kereta Api Kota Tegal yang telantar akibat tempat berdagangnya dibongkar, meminta segera disediakan lahan sementara untuk merelokasi para pedagang di eks Taman Poci itu.

Pantauan di lapangan, Taman Pancasila yang sebelumnya Taman Poci, kondisinya semrawut setelah Dinas Pemukiman dan Tata Ruang (Perkimtaru) Kota Tegal menebang pohon di lingkungan taman, sejak Senin (20/1).

Penebangan pohon yang biasanya dilakukan pada pagi hari, hanya dibiarkan berserakan. Bahkan, sebuah gerobak pedagang hancur akibat tertimpa pohon. Lahan pedagang semakin menyempit akibat batang pohon yang ditebang dibiarkan melintang di taman tersebut.

Ketua Organisasi Pedagang Eks Taman Poci (Orpeta), Edi Kurniawan menuturkan, pihaknya mengaku prihatin dengan kondisi pedagang di Taman Pancasila. Selain kehilangan mata pencaharian, mereka seolah-olah diusir secara paksa.

Pasalnya, pedagang tidak diberi informasi akan adanya penebangan pohon. ‘’Hanya pagi hari menebangnya. Setelah itu, dibiarkan berserakan tanpa dibersihkan. Ini membuat pedagang tidak bisa berjualan,’’ ujar Edi.

Sebenarnya, lanjut dia, pedagang mendukung program revitalisasi Taman Pancasila. Namun, pedagang tidak diberikan tempat untuk berdagang sementara. Padahal, mereka tetap harus berdagang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Sejak taman mulai dibongkar, pedagang banyak yang tidak jualan. Dari 100 pedagang baju, mainan, makanan, dan pedagang lainnya, hanya 20 persen yang masih berdagang.

‘’Itu pun pendapatan berkurang drastis. Kami sudah menyampaikan melalui surat resmi ke Pemkot Tegal dan DPRD Kota Tegal untuk audiensi menyelesaikan persoalan ini. Tapi, belum ada tanggapan,’’ katanya.

Dia mengatakan jika surat yang dilayangkan tidak segera ditindaklanjuti, pedagang siap untuk turun ke jalan menagih janji Pemkot yang akan menempatkan pedagang di lokasi sementara. ‘’Jika jalur resmi tidak bisa dilalui, maka kami akan melakukan jalur lainnya,’’ tegasnya.

Kepala Perkimtaru Kota Tegal, Eko Setiawan menjelaskan, penebangan pohon dilakukan untuk menindaklanjuti rencana pembangunan Taman Pancasila. PT KAI merencanakan pembangunan pada Februari 2020, tapi untuk pelaksanaan bulan April 2020.

Lalu, mengapa pedagang tidak diberitahu? Eko menegaskan bahwa taman itu tidak untuk berjualan dan tidak ada pedagang memiliki izin. Jika ada yang mempertanyakan, siapa yang memberikan izin terhadap pedagang.

‘’Status lahannya milik PT KAI, maka untuk sosialisasi dan penempatan kembali kewenangan PT KAI,’’  katanya.

Terkait dengan insiden penebangan yang menimpa gerobak, Eko meminta pedagang untuk berkoordinasi dengan yang memberikan izin. Pihaknya tidak pernah memberikan izin berdagang di taman tersebut. ‘’PT KAI minta dibersihkan, kita hanya melaksanakan seperti itu,’’ tegasnya.

Sementara itu, pemilik gerobak yang rusak, Drahman (57) mengaku kaget saat putranya memberi kabar jika gerobak untuk menyimpan jualan hancur tertimpa pohon. Warga Jalan KH Mukhlas Gang 3 tersebut, sontak mendatangi lokasi tersebut.

Didapati, seluruh isi gerobak berhamburan di tanah bersamaan dengan sebuah batang Pohon Palem. Akibatnya, pria yang telah berjualan selama tiga tahun itu, mengalami kerugian sekitar Rp 4,5 juta.

‘’Isinya pakaian semua mas, yang hancur gerobak dan alumunium yang dipakai untuk memajang pakaian-pakaian. Kalau seperti ini saya harus bagaimana, karena tidak ada petugas yang melapor maupun memberi pertanggungjawaban,’’ katanya.


(Dwi Putra GD/CN19/SM Network)