• KANAL BERITA

Permainan 'Kartu Nama Negara' Tingkatkan Penguasaan IPS

Oleh Soebagio Sigit, S.Pd,SD

Soebagio Sigit, S.Pd,SD. (suaramerdeka.com / dok)
Soebagio Sigit, S.Pd,SD. (suaramerdeka.com / dok)

KEBERHASILAN  proses belajar dan mengajar di kelas dipengaruhi banyak faktor, antara lain, kondisi kemampuan intelegensi siswa, kualitas dan profesionalisme guru, bahan ajar yang digunakan, media pembelajaran yang diterapkan, pemilihan metode pembelajaran yang tepat, dan lingkungan yang berpengaruh sangat besar dalam menumbuhkembangkan siswa.

Salah satu faktor yang paling dominan yang memicu kurang berhasilnya proses pembelajaran disebabkan minimnya media pembelajaran yang digunakan dalam menjembatani proses pembelajarn. Di sisi lain siswa dituntut hafal, paham, dan menguasai materi yang dipelajarinya. Hal tersebut dialami siswa dalam pelajaran IPS, misalnya tentang nama negara dan ibu kota negara-negara di Asia.

Pada materi tersebut siswa diharapkan mampu menghafal nama-nama negara beserta ibu kotanya, sementara siswa sendiri kurang terbiasa membaca buku-buku pelajaran sehingga hasilnya jauh dari harapan. Dalam kondisi seperti ini, kreatifitas seorang guru dalam mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran dilakukan semaksimal mungkin untuk membantu siswa menguasai materi.

Salah satu cara yang dapat digunakan dengan menggunakan “Kartu Nama Negara“. Diharapkan metode itu menjadi solusi dan alternatif dalam mengatasi permasalahan kemampuan menghafal siswa. Alasannya, bahwa penggunaan media yang sesuai dengan materi pelajaran dan karakteristik anak didik mampu memberikan suatu pengalaman baru yang bisa mengubah perilaku melalui aktifitas kejiwaan sendiri serta mengoptimalkan panca indra anak dalam belajar ( Heinich R , 1999 ).

Bahan – bahan yang diperlukan dalam media tersebut ada di sekitar lingkungan siswa, sehingga tidak menyulitkan siswa apalagi mengeluarkan biaya. Dalam penggunaan media ini, siswa diajak untuk bermain. Dengan permainan yang sederhana dan menyenangkan  dapat mengurangi beban siswa untuk menghafal nama-nama negara beserta ibu kotanya serta siswa menjadi lebih bersemangat belajar sambil bermain.

Pembuatan “Kartu Nama-nama Negara” tidak sulit, tetapi mudah dan sederhana. Bahan yang diperlukan berupa tripleks bekas atau kardus bekas, kertas berwarna atau kertas asturo, kardus bekas, dan bekas permainan “remi“. Sedangkan alat-alat yang diperlukan meliputi gunting, penggaris, lem, dan pensil.

Berikutnya, membuat papan pajangan. Papan pajangan terbuat dari tripleks bekas atau kardus bekas. Tripleks atau kardus dilapisi kertas berwarna atau kertas asturo. Selanjutnya, membuat kantong-kantong dari kertas karton ditempelkan pada tripleks atau kardus. Terakhir, penulisan identitas pada papan pajangan. Identitas meliputi judul benua Asia. Di atas kantong-kantong kertas ditulis nama bagian-bagian benua Asia. 

Selanjutnya, membuat kartu nama-nama negara dan ibukotanya. Kartu nama negara dan ibukota dibuat dari kertas bekas permainan “remi“. Setelah selesai membuat kartu nama negara, maka persiapan pembuatan model pembelajaran selesai dan siap untuk dipraktikkan.

Cara kerja media pembelajaran kartu nama negara dan ibukotanya untuk menanamkan konsep pengenalan, pemahaman, dan penguasaan nama-nama negara dan ibukotanya. Guru memajang papan pajangan di dinding. Lalu, membagi kelas menjadi lima kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari empat siswa.

Kemudian, guru menjelaskan cara permainan beserta aturan mainnya. Selanjutnya, guru membagi kartu- kartu hingga habis dan kartu yang terakhir dibuka. Siswa memainkan kartu dengan cara mencocokan antara nama suatu negara dengan ibukotanya. Pada gilirannya, siswa yang tidak memiliki kartu pasangan, harus menjatuhkan satu kartu sebagai tanda kartu mati lalu dilanjutkan ke pemain berikutnya.

Setelah kartu yang dipegang pemain habis, masing-masing pemain menghitung kartu mati. Bagi siswa yang memiliki kartu mati paling banyak akan mendapatkan sanksi berupa memasukkan kartu-kartu sesuai dengan klasifikasi nama negara dan letak negara pada kantong kartu yang telah disediakan. Kemudian, guru mengadakan evaluasi untuk mengetahui tingkat penguasaan dan keberhasilan siswa terhadap materi yang diberikan. Langkah terakhir, guru menganalisa hasil evaluasi untuk mengetahui tingkat penguasaan dan ketuntasan belajar.

Manfaat yang dapat dicapai oleh siswa yaitu menanamkan konsep pengenalan, pemahaman, dan penguasaan nama-nama negara dan ibukotanya di benua Asia. Kemudian, melatih kreatifitas siswa. Selanjutnya, proses pembelajaran menjadi lebih hidup, menyenangkan, dan tidak membosankan serta memupuk keaktifan siswa dalam pembelajaran. Sementara bagi guru, akan lebih kreatif dalam membuat media pembelajaran. Guru lebih mudah menstrasfer ilmu kepada siswa serta efektifitas dalam pemanfaatan waktu belajar. Konsep media pembelajaran ini dapat diterapkan pada mata pelajaran lain dengan tema dan indikator yang berbeda.

Penulis adalah guru SD Negeri Karanganyar Gunung 01 Korsatpen, Kecamatan Candisari Semarang


(Red/CN26/SM Network)