• KANAL BERITA

Semangat Mulyani, Perjuangan Bundengan Masuk Pendidikan hingga Diakui Dunia

Foto: suaramerdeka.com / Imam Supriono
Foto: suaramerdeka.com / Imam Supriono

ADA yang berbeda jika kita berkunjung ke SMPN 2 Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Ratusan  Kowangan Bambu tersusun rapi di salah satu sudut ruangan, tepatnya di ujung kiri sekolah. Ratusan Kowangan tersebut bukanlah Kowangan biasa, melainkan alat musik tradisional khas kaki Gunung Sindoro-Sumbing yang dikenal dengan nama Bundengan.

Ada banyak jenis Bundengan tersimpan rapi di ruangan. Bukan tanpa alasan, Bundengan memang menjadi salah satu materi di mata pelajaran seni budaya SMP N 2 Selomerto. Tentu ini menjadi pembeda dengan sekolah lainnya.

Keberanian salah satu guru seni lah yang membawa Bundengan kini bak keluarga di Sekolah. Guru itu bernama Mulyani, wanita kelahiran Wonosobo 54 tahun silam yang sepenuh hati mendedikasikan diri memperhatikan kelestarian Bundengan.

Tentu bukan hal mudah membawa Bundengan masuk ke dunia pendidikan. Mulyani bercerita, banyak hal yang menjadi tantangan mengenalkan Bundengan ke generasi muda. Mulai dari menumbuhkan minat budaya, hingga mencari celah di gempuran era digital. "Awalnya minat anak-anak belum terlalu besar.  Namun perlahan mulai suka dan malah gemar bermain, kita ajari pelan-pelan" kata Mulyani, ditemui belum lama ini.

Diapresiasi

Ketekunan Mulyani pun membuahkan hasil. Perjuangan Bundengan masuk ke Sekolah sejak tahun 2016 kini diapresiasi banyak pihak. Bahkan, 75 persen siswa sekarang memilih Bundengan sebagai media ujian akhir di bidang seni musik.

Tak hanya fokus di dunia pendidikan, perjuangan Bundengan Mulyani juga berlanjut di kegiatan seni dan budaya. Melalui Yayasan Ngesti Laras yang didirikannya, Mulyani aktif menggelar berbagai kegiatan. "Terakhir kita bermain di Australia. Saat iti saya menari dengan diiring alat musik Bundengan," imbuhnya.

Mulyani pun tak mengira kecintaannya terhadap Bundengan membawanya menjelajahi berbagai negara. Dalam waktu dekat, Mulyani pun diundang mengisi di kegiatan seni di Thailand dan juga Spanyol.

Kini Mulyani tengah fokus mengeksplorasi Bundengan dengan berbagai karya seni. Selain agar lebih mudah dikenal, ia ingin Bundengan bisa menjadi alat musik tradisional yang digemari. Mulai mengubah Bundengan sebagai media bermain wayang, Mulyani juga mengeksplor Bundengan ke berbagai bentuk. "Saya berharap kelestarian Bundengan tetap terjaga. Selain itu semoga semakin banyak generasi muda yang bermain Bundengan," tutup Mulyani.


(Imam Supriono/CN26/SM Network)