• KANAL BERITA

RS Indriati Belum Layani Pasien BPJS

PENJELASAN: Direktur RS Indriati Dr Bambang Sugiyanto memberikan penjelasan terkait keberadaan rumah sakit tersebut. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)
PENJELASAN: Direktur RS Indriati Dr Bambang Sugiyanto memberikan penjelasan terkait keberadaan rumah sakit tersebut. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka.com -  Peresmian RS Indriati yang menempati bekas gedung RS Al Amin, menambah fasilitas pelayanan kesehatan warga Boyolali. Namun untuk sementara belum melayani pasien BPJS Kesehatan lantaran belum mendapat akreditasi.

Direktur RS Indriati Boyolali dr Bambang Sugiyanto menjelaskan, rumah sakit tersebut didirikan PT Delta Merlin. Rumah sakit menempati lahan seluas 1,3 hektare dan termasuk rumah sakit tipe D.

Saat ini memiliki kapasitas 47 tempat tidur. ‘’Rencananya akan dikembangkan menjadi 150 tempat tidur,’’ kata Indriati, sebelum peresmian rumah sakit tersebut, Rabu (22/1).

Indriati mengatakan rumah sakit memiliki visi unggulan dan terpercaya di Boyolali. Pihaknya bakal memberikan pelayanan medis berkualitas dan mengedepankan kemajuan di bidang kedokteran.

Rumah sakit baru itu akan memberikan layanan medis yang diberikan meliputi, klinik umum, klinik gigi, klinik spesialis. Untuk pelayanan rawat inap tersedia kamar perawatan kelas III hingga VIP dan layanan penunjang media. ‘’Seperti laboratorium, USG 4D, radiologi dan farmasi serta pelayanan medical chek up.’’

Disinggung apakah rumah sakit tersebut juga melayani pasien BPJS, dia memembenarkannya. Hanya saja, layanan baru akan diberikan setelah RS Indriati mendapatkan akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). ‘’Untuk akreditasi ditargetkan selesai dalam 3-6 bulan.’’

Bupati Boyolali, Seno Samodro yang hadir dalam peresmian menyambut positif keberadaan RS Indriati tersebut. ‘’Mudah- mudahan bisa berkembang dan memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat sebaik- baiknya. Kuncinya memang pelayanan yang ramah dan maksimal.’’


(Joko Murdowo/CN39/SM Network)