• KANAL BERITA

Role Playing Tingkatkan Berbicara Bahasa Inggris

Oleh: Indra Kurniawati

Indra Kurniawati (suaramerdeka.com / dok)
Indra Kurniawati (suaramerdeka.com / dok)

WIKIPEDIA (2012) menyatakan role playing merupakan permainan yang  mana para pemainnya memainkan peran tokoh-tokoh khayalan dan berkolaborasi untuk merajut sebuah cerita bersama. Jill Hadfield (dalam Santoso: 2011) menyebut, role playing merupakan jenis permainan gerak yang di dalamnya terdapat tujuan, aturan dan sekaligus melibatkan unsur senang.

Hadari Nawawi (dalam Kartini: 2007) menyatakan, bahwa bermain peran (role playing) adalah mendramatisasikan cara bertingkah laku orang-orang tertentu dalam posisi yang membedakan peranan masing-masing dalam suatu organisasi atau kelompok di masyarakat.

Hapidin (dalam Kartini, 2007) menyatakan, role playing merupakan metode yang memberi kesempatan kepada anak untuk mengembangkan imajinasi dalam memerankan seorang tokoh atau benda-benda tertentu dengan mendapat ulasan dari guru agar mereka menghayati ssifat dari tokoh atau benda tersebut. Dalam bermain peran, anak diberi kebebasan untuk menggunakan benda-benda sekitarnya dan mengkhayalkan jika benda tersebut diperlukan dalam memerankan tokoh yang dibawakan.

Pembelajaran role playing dalam pelajaran bahasa Inggris di SMA N 1 Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara memiliki tujuan. Zuhaeri (dalam Santoso, 2011) menjelaskan, model pembelajaran role playing memiliki beberapa tujuan. Pertama, menerangkan suatu peristiwa yang di dalamnya menyangkut orang banyak, dan berdasarkan pertimbangan didaktik lebih baik didramatisasikan daripada diceritakan, karena akan lebih jelas dan dihayati anak.

Kedua, melatih anak-anak agar mereka mampu menyelesaikan masalah-masalah social-psikologis. Ketiga, melatih anak-anak agar mereka dapat bergaul dan memberi kemungkinan bagi pemahaman terhadap orang lain beserta masalahnya.

Sementara dilihat dari sisi positif lainnya, pembelajaran  role playing dalam mata pelajaran bahasa Inggris memiliki beberapa manfaat. Misalnya, peserta didik tanpa sadar menggunakan ungkapan terhadap materi yang sedang dipelajari. Kemudian, role playing dapat memberikan kesenangan dalam belajar, dapat meningkatakan kreativitas peserta didik, peserta didik dapat mengembangkan kemampuannya dalam berbicara, dan menumbuhkan rasa percaya diri bagi peserta didik.

Ada pun langkah-langkah model pembelajaran role playing meliputi, guru menyiapkan skenario yang akan ditampilkan. Kemudian, guru menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario  yang sudah disiapkan dalam beberapa hari sebelum kegiatan belajar mengajar. Selanjutnya, guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya empat-lima siswa, guru menjelaskan kompetensi yang akan dicapai.

Selanjutnya, guru memanggil siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah disiapkan. Kemudian, setiap siswa berada dalam kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan. Setelah selesai ditampilkan, siswa diberikan lembar kerja untuk membahas penampilan kelompok masing-masing. Selanjutnya, setiap kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya. Selanjutnya, guru memberikan kesimpulan secara umum, dan mengevaluasi.

Pembelajaran role playing sendiri melebihi beberapa kelebihan seperti, menarik perhatian siswa, dapat merasakan perasaan orang lain, saling pengertian, tenggang rasa, saling membantu, toleransi, kerja sama. Kemudian, melatih siswa untuk kreatif, berani berbicara, dan mecahkan masalah secara realistis.

Indra Kurniawati SPd, guru SMA N 1 Karangkobar, Banjarnegara


(Red/CN40/SM Network)