• KANAL BERITA

Kreativitas Tanpa Batas, Etika Tetap Jadi Prioritas

Oleh: Niansari Susapto Putri, M. Pd

Niansari Susapto Putri, M. Pd (Foto suaramerdeka.com/dok)
Niansari Susapto Putri, M. Pd (Foto suaramerdeka.com/dok)

PROF Robert Salemon menyatakan, etika merupakan karakter  individu, hukum sosial yang mengatur, mengendalikan dan membahas perilaku manusia. Sedangkan menurut K Bertens, etika dipakai dalam arti nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompokdalam mengatur tingkah laku.

Dalam pengertian lain, etika adalah sistem nilaidalam hidup manusia atau dalam hidup bermsyarakat. Etika juga berarti kumpulan asas dan nilai moral (kode etik). Etika juga dapat didefinisikan tentang ilmu yang baik dalam filsafat moral.

Remaja Indonesia dapat menyalurkan ide gagasan kreativitasnya melalui banyak media, salah satunya dengan memanfaatkan handphone. Beragam aplikasi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sebuah kreativitas produktif. Namun, tidak sedikit dimanfaatkan untuk hal-hal yang negatif. Untuk menunjang kreativitas remaja dengan hal yang positif, maka diperlukan sosok yang membentu membentuk remaja yang kreatif dan beretika seperti, orang tua.

Peran aktif orangtua dalam pengawasan perilaku remaja sangat dibutuhkan, karena remaja pada usia sekolah menghabiskan waktu kurang lebih 12 jam di rumah.  Pada saat di rumah itulah, proses pendidikan penanaman etika pertama kali diperoleh.

Kemudian, guru. Guru merupakan figur yang sangat dekat dengan remaja setelah orangtua. Peran aktif guru di sekolah mendorong tumbuh kembangnya remaja sehat dan kreatif. Konten-konten yang ada di internet dapat dimanfaatkan untuk sarana memperluas pengetahuan para remaja dan sebagai wadah untuk mewujud kreativitas para remaja.

Berikutnya,  teman. Dalam pergaulan sehari-hari, teman sangat berpengaruh terhadap perilaku remaja. Orangtua dan guru harus berkolaborasi dan proaktif dalam mengawasi pergaulan para remaja. Tepat dalam memilih teman akan berdampakbaik bagi perkembangan remaja. Pendapatnya akan sejalan, ide gagasan kreativitasnya akan dapat diwujudkan bersama-sama, sehingga masa depan cemerlang menanti depan mata.

Terakhir, masyarakat. Lingkungan yang terdiri dari masyarakat yang baikakan membentuk pribadi remaja yang baik. Kompetisi sehat dalam mewujudkan kreativitas dapat diwujudkan dalam kegiatan lomba bersih kampung, lomba kampung indah atau dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan. Peran serta masyarakat dalam membentuk karakter etika remaja sangat kuat.

Kreativitas para remaja saat ini sangat beragam. Namun perlu diingat, sebuah kreativitas memang tidak ada batasan, akan tetapi sebuah kreativitas harus memprioritaskan etika. Kegiatan kreativitas  dapat disalurkan melalui konten positif, seperti pembuatan film pendek dan pembuatan fashion ramah lingkungan.

Tema yang diambil dalam film pendek harus menginspirasi remaja untuk mendekatkan diri pada Allah SWT, menghormati orangtua, berbuat adil terhadap sesama, cinta lingkungan, serta saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran. Adapun fashion ramah lingkungan  mampu menciptakan desain fashion, ide gagasan remaja menggunakan bahan ramah lingkungan namun tetap fashionable. Selain itu, fashion yang dikenakan harus menutup aurat atau sesuai dengan norma kesopanan.

*Penulis adalah guru SMA N 1 Karangkobar, Banjarnegara


(Red/CN26/SM Network)