• KANAL BERITA

Evaluasi Pemilu 2019, KPU Kota Magelang Gandeng Media

EVALUASI PEMILU: Komisioner KPU Kota Magelang foto bersama awak media saat media gathering dalam rangka evaluasi pelaksanaan Pemilu 2019. (suaramerdeka.com / Asef Amani)
EVALUASI PEMILU: Komisioner KPU Kota Magelang foto bersama awak media saat media gathering dalam rangka evaluasi pelaksanaan Pemilu 2019. (suaramerdeka.com / Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Melalui media gathering, KPU Kota Magelang mengajak awak media massa untuk bersama-sama mengevaluasi pelaksanaan Pemilu 2019. Hal ini sekaligus menggali masukan dari insan pers terkait penyelenggaraan Pemilu serentak tersebut.

Ketua KPU Kota Magelang, Basmar P Amron mengatakan, acara itu untuk membuka pintu bagi masyarakat yang ingin memberi masukan tentang pelaksanaan pemilihan. Salah satunya adalah para jurnalis dari berbagai media agar pelaksanaan pesta demokrasi mampu kian sempurna ke depannya.

“Sangat diharapkan lahir gagasan-gagasan visioner dari rekan-rekan pers dan juga masyarakat soal pelaksanaan Pemilu 2019 lalu. Apalagi tahun depan kita juga akan mengadakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Magelang," ujarnya di sela kegiatan di Hotel Griya Persada Yogyakarta, Selasa (17/12) malam.

Turut hadir pada kesempatan itu, seluruh komisioner KPU Kota Magelang, Kepala Diskominsta, Catur Budi Fajar, Kabag Humas Setda Kota Magelang, Al Idris, dan belasan jurnalis se-Kota Magelang. “Kami ingin ada peran masyarakat dan pers juga pemerintah daerah di sini untuk mengusulkan, memberi masukan, yang tujuannya adalah demi terselenggaranya Pilkada yang akan datang lebih berkualitas lagi," katanya.

Komisioner KPU Kota Magelang, Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Purwanti menuturkan, keterlibatan media massa menjadi isu strategis dalam rangka peningkatan peningkatan kualitas demokrasi berintegritas. “Ini juga dalam rangka meningkatkan angka parsitipasi yang sudah tinggi di Kota Magelang, mencapai 86 persen pada pemilu lalu. Kita harapkan saat Pilkada lebih tinggi, bisa tembus 90 persen," tuturnya.

Untuk meraih itu, katanya, memang bukan perkara mudah. Dibutuhkan berbagai strategi dan upaya untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat turut serta dalam pesta demokrasi itu. “Termasuk peran wartawan yang penting agar mampu menjadikan pesta demokrasi yang berintegritas sebagai arus utama," tandasnya.


(Asef Amani/CN26/SM Network)