• KANAL BERITA

Dampingi KUB, Unnes Terapkan TTG Produksi Getuk Aneka Warna

Sejumlah ibu-ibu dari KUB Getuk Sambirejo saat mencoba alat pencetak adonan dalam pembuatan getuk aneka warna. (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)
Sejumlah ibu-ibu dari KUB Getuk Sambirejo saat mencoba alat pencetak adonan dalam pembuatan getuk aneka warna. (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberikan pendampingan terhadap Kelompok Usaha Bersama (KUB) Ma-Cha Stya dan KUB Getuk Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Bentuk pendampingan itu berupa penerapan teknologi tepat guna (TTG) dalam produksi getuk aneka warna. Sebelumnya, dua kelompok usaha itu memproduksi getuk secara manual.

Kini, mereka terbantu teknologi serta perlengkapan alat pembuatan getuk yang baik dan higienis. Tim pengabdian LPPM Unnes yang diketuai Danang Dwi Saputro ST MT ini melibatkan dosen berbagai disiplin keahlian, seperti Teknik Mesin, Boga, serta Teknik Informatika dan Komputer. "Penerapan teknologi inovasi perlu dilakukan supaya proses pembuatan getuk bisa lebih cepat, higienis, serta seragam bentuk dan rasanya," kata Danang, di Sambirejo, Sragen.

Dengan kualitas baik, pihaknya berharap, dua kelompok usaha ini mampu meningkatkan omset penjualan getuk. Hingga akhirnya, kesejahteran masyarakat bisa terangkat. Adapun, penerapan TTG itu mulai proses pencucian singkong, pelepasan kulit, penggilingan, hingga pencetakan getuk. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan pembuatan getuk higienis dan inovatif serta pemerolehan legalisasi. Selanjutnya, bantuan alat itu meliputi penggiling singkong kukus, alat pencampur dan pencetak adonan, hingga mesin pemarut kelapa.

Kegiatan ini difasilitasi Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Di sisi lain, Ketua KUB Getuk Sambirejo, Tatik mengatakan, kelompok usahanya memang telah membuat getuk tapi proses pembuatannya secara manual. Selain itu variannya hanya getuk frozen. Bersama tim Unnes, kelompok usahanya kini mampu membuat varian getuk aneka warna yang langsung laku di pasaran.

"Ketela pohon itu harganya Rp 3.500,-/ kilogramnya, kini setelah menjadi getuk aneka warna bisa laku terjual Rp 25 ribu/ kilogramnya. Di Sragen, varian getuk semacam ini hanya ada di Desa Sambirejo," ungkapnya.

Kehadiran tim Unnes juga diapresiasi Kepala Desa Sambirejo, Suparjo. Terlebih lagi, Sambirejo telah diprogramkan jadi salah satu desa wisata potensial di Sragen. Suparjo berharap kehadiran tim Unnes tahun mendatang, untuk mengembangkan berbagai sektor kewirausahaan di Sambirejo.


(Royce Wijaya/CN40/SM Network)