• KANAL BERITA

Membangun Kearifan Lokal Desa Peron Melalui Lomba Desa Tematik

foto: suaramerdeka/dok
foto: suaramerdeka/dok

KENDAL, suaramerdeka.com. Perubahan paradigma, dari ‘Membangun Desa’ menjadi ‘Desa Membangun’, akan membuat masyarakat desa memiliki peluang besar untuk Membangun Desanya sesuai keunggulan desanya. Amanat Undang-undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa menyatakan, bahwa tujuan pembangunan desa adalah  meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, membangun potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Desa Peron, Muchlasin, dalam rangka pelaksanaan Lomba Desa Tematik, di Dusun Manggung, RT 004/RW 009, Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Kamis (5/12).

Tujuan dari pelaksanaan Lomba Desa Tematik ini adalah, untuk mengoptimalkan  seluruh potensi lokal yang ada. Dukungan dari berbagai  pemangku kepentingan maupun masyarakat serta komunikasi dan koordinasi yang baik diperlukan dalam pelaksanaan konsep desa tematik ini.

“Mendorong perekonomian lokal dengan menggali potensi - potensi ekonomi kemasyarakatan sebagai stimulus pembangunan  wilayah, serta peningkatan kualitas lingkungan rumah tinggal masyarakat. Sebuah Desa Tematik juga diibaratkan sebagai pembangunan yang berorientasi pada pembentukan gagasan, topik yang khas dan unik,” tambah pria yang akrab disapa Mas Carik Peron kepada suaramerdeka.com.

Muchlasin menjelaskan, Lomba Desa Tematik Dusun Manggung ini adalah hasil kerjasama dengan pihak swasta, dimana anggaran 75% dari swadaya warga, dan sisanya 25% dari pihak swasta. Melalui Lomba Desa Tematik ini seluruh pemangku kepentingan dan elemen pemerintah desa dan warga Dusun Manggung khususnya RT 004/009 dapat melihat dari sisi yang berbeda tentang Desa.

Berbagai kriteria yang dilombakan adalah konsep dan pelasanaan dari membangun desa tematik. Pertama, karakter masyarakat yang mendidik (budaya, tradisi, kearifan lokal), kemudian mewujudkan lingkungan yang sehat, selanjutnya memajukan home industri ramah lingkungan dan kerajinan masyarakat sekitar, kemudaian yang terakhir, bagaimana mewujudkan ciri khas Desa Peron yang lebih kuat, yang tidak dimiliki kampung lain dan bisa menjadi ikon wilayah.

“Salah satunya dari bidang kreatifitas warga dan pengembangan desa wisata. Pengelolaan destinasi wisata secara professional oleh BUMDesa akan mendorong industri pariwisata di desa Peron sebagai daya tarik investasi yang kompetitif,” pungkasnya.


(Hanief Sailendra/CN34/SM Network)