• KANAL BERITA

Progres Negatif, Dua Proyek DPUTARU Kritis

MASIH DIKEBUT : Pengerjaan proyek Jalan Lingkar Sarang di bawah Satuan Kerja (Satker) DPUTARU terus dkebut pengerjaannya agar bisa selesai tepat waktu di akhir Desember ini.
MASIH DIKEBUT : Pengerjaan proyek Jalan Lingkar Sarang di bawah Satuan Kerja (Satker) DPUTARU terus dkebut pengerjaannya agar bisa selesai tepat waktu di akhir Desember ini.

REMBANG, suaramerdeka.com - Dua proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Rembang kritis. Pasalnya, hingga akhir pekan pertama Desember ini progres pengerjaan dua proyek tersebut masih jauh dari harapan.

Dua proyek kritis tersebut adalah pembangunan Jalan Wisata Sendangcoyo-Criwik-Waru Gunung, serta penataan drainase Jalan Clangapan-Japerejo. Progres kedua proyek tersebut masih di bawah 50 persen.

Proyek drainase Clangapan-Pamotan sampai pekan pertama Desember baru terprogres 37 persen. Kondisi lebih parah menimpa proyek Jalan Wisata Sendangcoyo-Criwik Waru Gunung yang baru terprogres hanya 11 persen.

Kedua proyek tersebut terancam tak selesai tepat waktu, karena batas akhir pengerjaan adalah akhir Desember 2019. Jika memang molor, hal itu akan menambah catatan buruk Pemkab Rembang tentang penyelesaian proyek sesuai dengan waktu kontrak.

Data dari Laman Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Rembang, Jalan Wisata Sendangcoyo dianggarkan dengan pagu sebesar Rp 1.913.735.300. Proyek dikerjakan oleh CV Rizqy Barokah Sarang.

Sedangkan penataan drainase Clangapan-Pamotan, dianggarkan dengan pagu sebesar Rp 5 miliar.  Namun nilai pengerjaan akhirnya menjadi hanya Rp 3.980.099.638. Kontraktor pelaksana adalah PT Sinar Muda Richindo asal Pati. Dalam papan proyeknya dicantumkan, bawah pelaksanaan di bawah pendampingan TP4D.

Kabag Administrasi Pembangunan Setda Rembang, Agus Iwan Haswanto menyatakan, sampai Desember ini masih ada 27 paket pekerjaan yang masih proses, termasuk paket jalan di Sendangcoyo dan drainase di Clangapan.

Dari paket masih proses itu, beberapa ada yang deviasi negatif dari target, tetapi masih dalam tahap wajar. Sedangkan dalam catatannya, juga sudah ada 21 paket pekerjaan APBD 2019 yang tuntas seratus persen.

“Sampai Desember, belum ada paket pekerjaan yang (mendapat) perpanjangan. Harapan kami (semua pekerjaan) bisa selesai di tahun 2019 ini. Beberapa ada yang deviasi negatif dari target,” terang Iwan.

Sementara itu, belum ada konfirmasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) atas rencahnya progres dua proyeknya. Kabid Jalan dan Jembatan DPUTARU, Wahyu Dian Prihantanto saat dikonfirmasi belum menjawab.


(Ilyas al-Musthofa/CN34/SM Network)