• KANAL BERITA

Pandean Lamper Ikuti Empat Kategori Sekaligus

Lomba Lurah Hebat

TINJAU FASILITAS : Tim verifikasi Lurah Hebat yang juga Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Triyanto Triwikromo didampingi Lurah Pandean Lamper Wiwara Mardikanti beserta Bhabinkamtibmas kelurahan setempat meninjau fasilitas di kompleks Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Jumat (6/12). (Foto suaramerdeka.com/Eko Fataip)
TINJAU FASILITAS : Tim verifikasi Lurah Hebat yang juga Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Triyanto Triwikromo didampingi Lurah Pandean Lamper Wiwara Mardikanti beserta Bhabinkamtibmas kelurahan setempat meninjau fasilitas di kompleks Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Jumat (6/12). (Foto suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari mengikuti empat kategori sekaligus dari seluruh lima kategori yang dilombakan dalam kompetisi Lurah Hebat.

Lurah Pandean Lamper Wiwara Mardikanti mengaku antusias mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh Suara Merdeka bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang ini.

"Lurah Hebat mendorong kami dan warga makin aktif menjalankan serta mengembangkan berbagai program atau kegiatan yang sudah berjalan selama ini," kata Wiwara saat menerima kunjungan dari tim verifikasi Lomba Lurah Hebat di kantornya, Jalan Padepokan Ganesha, Jumat (6/12).

Bersamaan dengan kunjungan itu, pihaknya mengadakan kegiatan edukasi tertib berkendara yang diinisiasi Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) kelurahan setempat.

Mereka memberikan imbauan dan pemahaman kepada warga tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berkendara, seperti mengenakan helm, kelengkapan surat kendaraan hingga batas maksimal dalam berkendara.

"Salah satu yang menonjol di kelurahan ini berkenaan dengan literasi, karena kami memiliki perpustakaan digital, rumah pintar hingga kampung berbudaya," ujarnya.

Menurut dia, kegiatan edukasi seperti ini memungkinkan warga bisa melihat langsung simulasi pelaksanaan ujian teori SIM C. Bahkan beberapa anggota FKK yang mayoritas ibu-ibu ini mampu mempraktikan keseimbangan dalam berkendara, layaknya ketika ujian praktik SIM C.

Belakangan wilayah ini pun dikenal dengan Kampung Safety Riding atau kampung pelopor keselamatan dalam berkendara.

"Program ini tidak lepas dari dukungan Astra Honda. Tujuannya ingin memberi edukasi kepada warga agar tertib berlalu lintas. Ini yang pertama atau bahkan satu-satunya di Indonesia," imbuhnya.

Berkat program itu, kelurahan dengan 12 RW dan 105 RT ini mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada Oktober 2015.

Kelurahan ini dianugerahi sebagai kampung yang membudayakan keamanan dan keselamatan dalam berkendara pertama di Indonesia.

Program safety riding awal kali dijalankan pada 2010 lalu, atas dorongan salah satu tokoh masyarakat setempat, sekaligus sebagai pencetus yaitu Lukman Muhajir.

"Tahun 2015 sempat menurun tidak ada kegiatan. Kemudian aktif kembali atas dukungan warga kami bernama Badriyah Nurdin dan Lina Teguh dengan mengadakan sejumlah kegiatan rutin, seperti kelas parenting dan otopet untuk anak-anak PAUD," jelasnya.

Adapun empat kategori yang dipilih Kelurahan Pandean Lamper antara lain kelurahan taat regulasi, paling literatif, berentrepeneur terbaik dan kelurahan dengan infrastruktur terbaik.

Sementara itu, tim verifikasi Lomba Lurah Hebat Triyanto Triwikromo yang juga Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka melakukan pengecekan pada sejumlah aspek terkait kategori yang dilombakan.

Beberapa di antaranya menyangkut penerapan peraturan, sistem pelayanan, kelengkapan sarana prasarana serta fasilitas publik hingga berbagai inovasi yang dimiliki oleh kelurahan tersebut. 

 


(Eko Fataip/CN19/SM Network)

Berita Terkait
Baca Juga
Komentar