• KANAL BERITA

Selalu Berinovasi dalam Pelayanan

Lurah Bringin

Lurah Bringin, Bambang Sulistyawan. (suaramerdeka.com / M Khabib Zamzami)
Lurah Bringin, Bambang Sulistyawan. (suaramerdeka.com / M Khabib Zamzami)

KELURAHAN Bringin yaang berbatasan dengan Kabupaten Kendal itu mempunyai potensi yang dapat dikembangkan untuk menunjang aktivitas masyarakat. Baik di bidang pariwisata, ekonomi, maupun budaya yang dapat menumbuhkan nilai sejarah dan perekonomian sekitar.

Potensi yang memiliki nilai ekonomi dan pariwisata itu yakni Panorama Banjaran di RW 19. Panorama Banjaran menjadi salah satu potensi yang dapat mengangkat usaha mikro kecil untuk mengembangkan usahanya di bidang kuliner dan wisata lokal. Setiap tiga bulan sekali pada hari Minggu diadakan donor darah yang diselenggarakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Forum Kesehatan Keluarga (FKK), Palang Merah Indonesia (PMI) dan pengelola Panorama Banjaran.

Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 sampai 12.00 menghadirkan aneka kegiatan seperti senam aerobik, pemeriksaan kesehatan gratis hingga wisata kuliner dengan iringan organ tunggal dapat dinikmati para pengunjung. "Kegiatan senam hingga donor darah itu merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat," tutur Lurah Bringin, Bambang Sulistyawan.

Di samping Germas, pelaku usaha mikro yang memiliki usaha kuliner, aksesoris, pakaian hingga aneka kerajinan dapat menjajakan dagangannya di area Taman Octagon. Di sana terdapat beberapa rumah dan pakaian suku Indian dari Amerika yang bisa digunakan pengunjung secara gratis.

Sedangkan potensi wilayah yang memiliki nilai sejarah dan budaya yakni Tradisi Merti Desa atau Sedekah Bumi di wilayah Dukuh Wates Bringin RW 5. Dalam tradisi itu warga menampilkan karnaval atau kirab budaya dengan mengarak gunungan yang berisi hasil bumi seperti buah-buahan, sayur mayur dan lain-lain.

Puncaknya, pementasan seni wayang kulit semalam suntuk, pada tahun ini mengambil lakon Amartha Binangun yang memiliki makna berdirinya kerajaan Amartha.  "Semula semua kegiatan itu menggunakan dana swadaya. Kemudian, kami usulkan agar dimasukkan ke dalam anggaran kelurahan," papar suami dari Utami Budiarti itu.

Pilah Sampah

Di bawah kepemimpinan lurah yang memiliki hobi menyanyi, menanam dan membaca itu Kelurahan Bringin semakin berkembang pesat. Selain berhasil mempertahankan budaya Bambang juga menekankan agar para staf kelurahan selalu berinovasi dalam pelayanan.

Lurah yang menjabat sejak 2017 itu mengenalkan sistem informasi administrasi kelurahan terintegrasi. Dengan menggunakan sistem tersebut masyarakat semakin dimudahkan dalam mengurus permohonan Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat pengantar, Surat Keterangan Berkelakuan Baik (SKCK), pengajuan surat keterangan usaha (SKU) serta surat keterangan umum dan kependudukan.

"Misalnya ada warga yang memiliki usaha kecil ingin meminjam bank tapi tidak punya Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Kami menyediakan SKU yang dapat dilampirkan untuk pengajuan ke bank. Meningkat lagi menggunakan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), lebih besar lagi menggunakan SIUP dan domisili," paparnya.

Saat ini, lurah kelahiran Semarang, 23 Maret 1962 itu sedang menggalakkan kegiatan pilah sampah dan donor darah. Di RW 12 terdapat pembuat tas dari bungkus kopi, boneka dari plastik dan ekobrik. Di samping itu di RW 12 juga banyak UMKM, pembuatan wongko babat dan Bandeng presto yang paling menonjol. "Sekarang program yang sedang digiatkan adalah bank sampah. Saya menggerakkan setiap RW agar mengumpulkan sampah di gudang bank sampah," ujar dia.

Gudang bank sampah yang diresmikan pada November lalu itu dikelola oleh ibu-ibu PKK) dan FKK. Tak hanya mengumpulkan sampah kering, mereka juga mengumpulkan minyak jelantah untuk dijual kembali. Minyak tersebut nantinya dapat diolah menjadi minyak biodiesel yang ramah lingkungan. "Dengan begitu, warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan," imbuh ayah dua anak itu.


(Mohammad Khabib Zamzami/CN26/SM Network)

Baca Juga
Komentar