• KANAL BERITA

SMP 2 Ajibarang Maksimalkan Peranan Multimedia

PAMERAN: Guru Mata Pelajaran IPA SMP Negeri 2 Ajibarang, Wakhid Kurniawan SPd bersama para siswa tengah berada di stan Pameran Pelayanan Publik Bidang Pendidikan dan Kesehatan di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Selasa (12/11) sore. (suaramerdeka.com / M Abdul Rohman)
PAMERAN: Guru Mata Pelajaran IPA SMP Negeri 2 Ajibarang, Wakhid Kurniawan SPd bersama para siswa tengah berada di stan Pameran Pelayanan Publik Bidang Pendidikan dan Kesehatan di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Selasa (12/11) sore. (suaramerdeka.com / M Abdul Rohman)

PURWOKERTO, suaramerdeka.com - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Ajibarang melakukan inovasi berbasis multimedia, guna meningkatkan kemudahan para siswa dalam mengakses materi-materi pembelajaran. Berbagai aktivitas bisa dilakukan, seperti ulangan harian "online", mengakses video pembelajaran, laboratorium maya dan mengakses sumber belajar.

Hal itu dipamerkan dalam video dokumentasi karya inovasi multimedia milik SMP Negeri 2 Ajibarang bersama dengan Sub Rayon 3 Ajibarang dalam gelaran Pameran Pelayanan Publik Bidang Pendidikan dan Kesehatan di Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Selasa (12/11) sore. Dalam kesempatan pameran dua hari sampai Rabu (13/11) ini, video sengaja diputarkan kepada pengunjung.

Menurut Guru Mata Pelajaran IPA SMP Negeri 2 Ajibarang, Wakhid Kurniawan SPd, yang ditemui saat gelaran pameran, awalnya pihak sekolah berupaya memanfaatkan tiga ruangan komputer bantuan orang tua untuk memaksimalkan fungsi multimedia. Karena sebelumnya tiga ruangan itu hanya digunakan untuk kegiatan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Jadi, pihaknya meninilai kondisi itu sangat disayangkan, jika memang tidak dimaksimalkan. Pihaknya berupaya memanfaatkan ruangan dan layanan perangkat komputer tersebut, untuk melakukan kegiatan ulangan harian secara online. Kendati demikian, dengan keterbatasan perangkat komputer yang ada, fungsi tiga ruangan dinilai hanya bisa melayani tiga mata pelajaran (mapel) saja.

Hal itu karena untuk memenuhi kebutuhan sekitar 900-an siswa. pihaknya berupaya membuat jaringan internet lokal. Pihaknya berupaya memaksimalkan dengan mengoneksikan layanan multimedia itu agar bisa tersambung ke laptop maupun ponsel siswa dan guru. Namun dengan proteksi agar mereka tidak mengaskes konten negatif.

Menurut dia, langkah pihak sekolah melakukan terobosan inovasi berbasis multimedia diharapkan dapat memudahkan pelaksanaan ulangan harian online, serta membuka warga sekolah agar makin melek teknologi. Di tengah era globalisasi memang perlu adanya pelaksanaan ulangan yang mudah, modern dan memudahkan semua, termasuk guru, karena nilai bisa langsung keluar.


(M Abdul Rohman/CN26/SM Network)