• KANAL BERITA

Tenaga Paramedis Didorong Tingkatkan Kompetensi

FOTO BERSAMA : Para peserta, penyelenggara acara dan sejumlah narasumber berfoto bersama pada kegiatan Wokrshop Penatalaksanaan Asuhan Keperawatan pada Bayi Berat Lahir Rendah yang diselenggarakan SMC RS Telogorejo Semarang di rumah sakit tersebut, Sabtu (3/11). (Foto suaramerdeka.com/Eko Fataip)
FOTO BERSAMA : Para peserta, penyelenggara acara dan sejumlah narasumber berfoto bersama pada kegiatan Wokrshop Penatalaksanaan Asuhan Keperawatan pada Bayi Berat Lahir Rendah yang diselenggarakan SMC RS Telogorejo Semarang di rumah sakit tersebut, Sabtu (3/11). (Foto suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - SMC RS Telogorejo Semarang mendorong tenaga paramedis untuk meningkatkan kompetensi. Terutama menyangkut pengetahuan dasar dan wawasan dalam menangani bayi lahir dengan berat badan rendah.

Dr dr Kamilah Budhi R SpA (K) menyatakan, bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kilogram. Kondisi ini bisa terjadi tanpa memandang usia kehamilan.

Menurut dokter spesialis anak tersebut, penyebab terjadinya bayi lahir dengan berat badan rendah secara umum multifaktor. Beberapa di antaranya menyangkut kondisi sosial dan ekonomi serta pengetahuan dan pendidikan masyarakat.

"Sebagian besar faktor dari ibunya. Bayi baru lahir idealnya memiliki berat badan paling tidak 3 kilogram," kata Kamilah disela-sela kegiatan Wokrshop Penatalaksanaan Asuhan Keperawatan pada Bayi Berat Lahir Rendah yang diselenggarakan SMC RS Telogorejo Semarang di rumah sakit tersebut, Sabtu (3/11).

Dia menjelaskan, kejadian bayi lahir dengan berat badan rendah bisa dikarenakan minimnya asupan gizi pada bayi semasa di dalam kandungan. Hal ini mengakibatkan bayi tidak tumbuh maksimal atau mengalami gangguan pertumbuhan.

Selain itu, akses untuk datang ke tempat fasilitas pelayanan kesehatan juga masih menjadi kendala. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terpencil. 

Sementara itu, Manajer Kualitas Asuhan Keperawatan SMC RS Telogorejo, Ners Priyantini HR SKep menyatakan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 peserta. Mereka terdiri dari tenaga bidan dan perawat yang berasal dari berbagai rumah sakit di Semarang dan sekitarnya.

"Pelatihan ini berlangsung selama dua hari dan menghadirkan beberapa narasumber yang ahli dibidangnya. Pengetahuan peserta kami harapkan makin meningkat, terutama terkait penanganan pada bayi berat lahir rendah," jelasnya. 

 


(Eko Fataip/CN19/SM Network)