Melihat Lempongsari Semarang 1810-2022 dari Goresan Cat

5 Desember 2022
Empat puluh lukisan dipajang di balai Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang. Aneka objek gambar yang dibuat dengan cat minyak dan cat air itu menceritakan tentang sejarah wilayah tersebut. Itu adalah terobosan pelukis Andreas Subarjo dalam upaya memberi pengetahuan kepada generasi muda setempat, terkait tanah yang mereka pijak selama ini.
Dengan mengangkat tema ‘Desa Eksotik Lempongsari’, Andreas Subarjo menceritakan perkembangan Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur sejak tahun 1810 hingga tahun 2022. Pameran berlangsung 3-8 Desember 2022.
Dia menceritakan, wilayah Lempongsari pada 1810 merupakan pegunungan yang tanahnya berwarna merah atau lempong. Saat itu, ada 20 rumah milik warga Belanda sudah bermukim di sana, ada pula bangunan milik Oei Tiong Ham. Selebihnya masih hutan dan tanah kosong.
Setelah mempelajari sejarah dari banyak sumber, dia mulai melukis wilayah Lempongsari. ‘Perkembangan Lempongsari dari tahun 1810 hingga tahun 2022 sangat bagus. Penduduknya teratur dan memperhitungkan keamanan wilayah karena berada di lembah dan tebing. Di mana satu rumah diharuskan ada satu atau dua pohon untuk menjaga tanah agar tidak mudah longsor. Ini bagus dan indah,’ katanya.
Selain goresan kuas tentang Lempongsari, ada delapan lukisan yang menggambarkan salah satu warga di wilayah itu yang sukses memimpin, yakni Hendrar Prihadi. Lukisan pria itu, yang dibuat dengan segala atributnya, dikerjakan sejak 2019.
Menurut Andreas Subarjo, selama ini belum ada perkembangan suatu kampung dilukis dan dipamerkan. ‘Kalau difoto banyak, tapi ini saya lukis dengan cat air, cat minyak. Memanfaatkan media seadanya, ada kain sarung, ada juga spanduk bekas yang saya gunakan untuk kanvas. Untuk pigura atau frame, saya memanfaatkan kayu-kayu bekas,’ katanya.
Lewat pameran tersebut, dia mengajak masyarakat untuk peduli dan memelihara lingkungan sekitar. ‘Kalau abai, tidak dipelihara semaksimal mungkin, lingkungan akan rusak. Sudah ada contoh, dimana-mana banjir, longsor, dan kebakaran,’ katanya.

Images Lainnya

X