Lahan Pertanian Gantung dengan Galon Air Mineral

1 Desember 2022
Pemanfaatan ruang-ruang kosong menjadi ‘lahan hijau’ yang menghasilkan produk pertanian berkualitas, menjadi solusi bertani bagi masyarakat di wilayah perkotaan. Tak harus punya lahan atau pekarangan luas, bahan-bahan bekas yang ada di sekitar kita bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Seperti yang dilakukan oleh Kecamatan Semarang Timur, Kamis (1/12/2022).
Mereka memanfaatkan galon air mineral yang sudah tidak dipakai, untuk dijadikan media tanam sayur-sayuran. Camat Semarang Timur, Kusnandir menjelaskan, ada 200 galon bekas yang dimanfaatkan untuk media tanam gantung dan hidroponik statis.
‘Limbah galon air mineral yang tidak terpakai kami manfaatkan. Untuk media tanam, kami memanfaatkan tanah dari deposal sungai Banjirkanal Timur,’ katanya.
Sayuran yang tanam antara lain cabai, tomat, dan sawi. Pembuatan ‘lahan’ pertanian gantung dengan galon air mineral itu sebagai percontohan, agar masyarakat bisa meniru memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitarnya, untuk media tanam sayuran di depan rumah masing-masing,’ katanya.
Sebanyak 200 galon bekas itu dimanfaatkan di tiga tempat, yakni di Kantor Kecamatan Semarang Timur, Kantor Kelurahan Rejosari, dan Kelurahan Bugangan.
Urban farming ini sejalan dengan program Pemkot Semarang, yakni mengurangi sampah plastik dan menanam sayur-sayuran untuk mengatasi stunting. ‘Sayuran yang ditanam bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari oleh masyarakat tanpa harus membeli ke pasar,’ katanya.
Pemanfaatan tanah deposal Banjirkanal Timur dilakukan, karena saat ini sedang dilakukan pengerukan. Ada banyak tanah yang tidak terpakai. ‘Kita manfaatkan untuk media tanam, karena tanahnya gembur dan dapat dimanfaatkan,’ katanya.
Untuk pemupukan, Kusnandir mengimbau kepada masyarakat agar bisa memanfaatkan leri atau air bekas cucian beras yang dicampur gula merah. Itu bisa menjadi alternatif pengganti pupuk yang ada di pasaran.
Pihaknya menggunakan teknologi pot gantung sebagai pengganti penanaman secara vertikal. Dengan teknik fototropi, tanaman seperti tomat sengaja ditanam dengan posisi terbalik atau di bawah, sehingga akan tumbuh ke atas mengikuti arah sinar matahari. Nantinya setelah berbuah akan terlihat menarik dan itu bisa untuk tempat swafoto.
Selain dengan teknologi fototropi, digunakan pula teknologi hidroponik air statis. ‘Air tidak mengalir, di bawahnya diberi ikan agar tidak untuk sarang nyamuk. Kalau dilihat seperti akuarium yang atasnya ada tanaman sayuran,’ ungkapnya.

Images Lainnya

X