Mengajak Pelajar Mengenali dan Membuat Wayang

11 November 2022
Agar generasi muda tidak lupa dengan seni dan tradisi yang ada di Indonesia, pelajar sekolah diajak terlibat dalam kegiatan-kegiatan budaya. Salah satunya lewat pendekatan seni wayang, seperti yang dilakukan Museum Gubug Wayang Mojokerto kepada siswa dan siswi Bina Nusantara School (Binus) Semarang.
Seni wayang yang terus berkembang dari zaman ke zaman, diperkenalkan lebih dekat dengan pelajar di sekolah tersebut. Bahkan, mereka juga diajak membuat sosok wayang dengan media suket atau rumput kering.
Menurut Direktur Museum Gubug Wayang Mojokerto, Zura Nurja Ana, kegiatan tersebut untuk membangkitkan cinta budaya di sekolah, sekaligus memberi edukasi kepada pelajar tentang budaya yang dimiliki Bangsa Indonesia.
Dengan semakin mencintai seni dan tradisi luhur Budaya Indonesia, mereka sedini mungkin bisa paham jati diri bangsa sehingga tidak mudah tercerabut dari akar sejarah.
Selain pembuatan wayang suket, dihadirkan pula Museum Gubug Wayang di sekolah itu., yang mengangkat tema 12 shio atau chinese zodiac dalam bentuk wayang potehi. Tema tersebut diangkat bertujuan untuk mengedukasi siswa-siswi mengenai beragam macam shio beserta sejarahnya. Selain itu mengangkat wayang potehi sebagai representasi budaya lokal dari Kota Semarang yang kental akan warna Tionghoa.
Pengenalan sejak dini wayang menjadi nilai tambah bagi generasi muda. Apalagi wayang memiliki nilai yang sangat berharga dalam pembentukan karakter dan jati diri bangsa. Bentuk pembelajaran itu diharapkan bisa menjadi tambahan kompetensi para pelajar di sekolah tersebut.

Images Lainnya

X