Titiran Kampung Batik, Mengenang Pembakaran Permukiman oleh Tentara Jepang

16 Oktober 2022
Pembakaran Kampung Batik oleh tentara Jepang diperingati dalam prosesi Titiran, Sabtu (17/10/2022). Peristiwa itu terjadi di hari keempat ketika terjadi Pertempuran 5 Hari Semarang. Saat itu, Jepang membakar Kampung Batik Wedusan hingga merambat ke Kampung Batik Gedong. Ada 300an rumah warga yang ludes terbakar.
Dalam Buku Sejarah Pertempuran 5 Hari disebutkan bahwa saat itu ada rencana Angkatan Muda bersama barisan pejuang dari mantan PETA, BKR, dan Laskar Hisbullah akan menggelar serangan umum ke kedudukan Jepang di Sayangan, Jurnatan, dan Gedangan.
Mereka berangkat dari Kampung Batik di bawah pimpinan Budanco Moenadi. Serangan umum gagal lantaran Jepang tahu ada pemuda yang sibuk mengungsikan wanita dan anak-anak menyeberang dari Kampung Strong masuk ke Kampung Gedongsari. Jepang pun kemudian membakar Kampung Batik Wedusan hingga merambat ke Batik Gedong.
Warga kemudian titir atau membunyikan kentongan dan segala benda yang bisa dipukul secara terus menerus agar orang-orang kampung keluar memadamkan api sekaligus mengusir tentara Jepang. Peristiwa itulah yang kemudian dikenang warga dan rutin diperingati.
Peringatan tersebut sekaligus sebagai sarana edukasi sejarah perjuangan bangsa bagi generai muda. Kegiatan itu bertambah menarik karena juga dikemas dalam prosesi seni budaya, seperti adanya kirab dan aksi teatrikal tentang pembakaran kampung. Dalam acara juga ada pembagian ‘Nasi Nuk’, yakni nasi bungkus daun jati sebagaimana yang diterima para pejuang. Nasi itu dari masyarakat yang membantu para pejuang.
Berikut foto-foto Titiran Kampung Batik Semarang, bidikan fotografer Suara Merdeka Nugroho DS.

Images Lainnya

X