Rintikan Gerimis Iringi Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang Tonggak Perjuangan Bangsa

14 Oktober 2022
SEMARANG – Di tengah rintikan gerimis hujan peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang dilaksanakan dengan hidmat, di Area Tugu Muda dan Halaman Museum Mandala Bhakti Semarang, Jumat (14/10).

Berbagai rangkaian acara pun tetap digelar. Di antaranya pembacaan cukilan sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang, mengenang detik-detik Pertempuran Lima hari di Semarang, serta pemotongan tumpeng oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah diserahkan kepada perwakilan pelaku pertempuran lima hari di Semarang.

Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang yang dipimpin Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, sebagai inspektur upacara itu, diawali dengan pembacaan sejarah singkat peristiwa pertempuran tersebut.

Dari sejarah yang dibacakan, dikisahkan mengenai gugurnya dr Kariadi yang menjadi Kepala Purusara (Pusat Urusan Kesehatan Rakyat) oleh Jepang saat mengecek persediaan air yang kabarnya diracuni.

Gugurnya dr Kariadi yang kini namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit, yakni RSUP dr Kariadi itu menyulut amarah rakyat hingga terjadi pertempuran pada 14-19 Oktober 1945. Karena lama pertemuan tersebut lima hari, maka perjuangan anak bangsa tersebut, dikenal dengan sebutan Pertempuran Lima Hari di Semarang.

Pada peringatan pertempuran bersejarah di Kota Semarang itu, ditampilkan pula fragmen drama yang menceritakan jalannya pertempuran itu, termasuk bunyi dentuman meriam, raungan sirene, lagu lagu perjuangan.

Dalam amanatnya, Gus Yasin, sapaan akrab Wakil Gubernur Jawa Tengah itu, menyampaikan, Pertempuran Lima hari di Semarang menjadi salah satu tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

"Dengan semangat 1945 para pejuang merapatkan barisan pertahankan kemerdekaan demi satu tekad merdeka atau mati. Tempat ini telah memperkuat keyakinan kita bahwa Tuhan Yang Maha Esa akan selalu memberikan bimbingan dan memenangkan kebaikan," ungkapnya. (Slamet Daryono)

Berikut momen-momen Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang oleh Fotografer Suara Merdeka Irawan Aryanto.

Images Lainnya

X